31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaSOLOBelum Bisa Layani...

Belum Bisa Layani Offline, Matahari Solo Pekerjakan Hanya 10 Karyawan Sehari

BETANEWS.ID, SOLO – Matahari Departement Store yang berada di Solo Grand Mall (SGM) hanya mempekerjakan 10 karyawan setiap hari, lantaran belum bisa melayani offline. Mereka bekerja secara bergantian setiap hari untuk melayani kastemer yang berbelanja online.

Store Manager Matahari SGM, Agus Budiyanto mengatakan, dengan adanya pembatasan ini mengharuskan pihaknya memfokuskan penjualan lewat online. Selain itu, karyawan yang dapat jatah piket juga sekaligus menjaga barang untuk meminimalkan pakaian jamuran.

Matahari Solo hanya melayani pembelian online selama PPKM Level 4. Foto: Khalim Mahfur.

“Lumayan daripada tidak ada pemasukan. Online kita bisa dilihat di Instagram kita, ada nomor WA yang bisa melayani, lengkap mau diskon, tidak diskon, produk terbaru ada semua,” ucapnya, Selasa (27/7/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Dipaksa Hanya Jualan Online, Kini Tinggal Belasan Tenant di Solo Grand Mall yang Bertahan

Menurutnya, dengan penjulan secara online, masyarakat setidaknya dapat selalu mendapatkan pembaruan atau update produk dari Matahari. Hal tersebut bertujuan agar Matahari dapat selalu memenuhi kebutuhan para pelanggan serta pelanggan tetap loyal dengan Matahari.

“Online waktu PPKM malah justru lebih meningkat dan lebih bagus. Penjulannya meningkat sangat drastis,” ujarnya.

Meski begitu, pebisnis sebenarnya lebih mengharapkan penjualan berlangsung secara offline. Karena penjualan online belum bisa menyaingi ketika orangbisa datang langsung ke Matahari.

Baca juga: ‘Hanoman dan Naruto’ Bagi-bagi Telur Rebus untuk Warga Solo

Agus menambahkan, hingga kini belum ada dampak pada karyawan khususnya dalam hal finansial. Dirinya juga menambahkan bahwa belum ada karyawannya yang terkena pemutusan hubungan kerja.

“Karyawan ada 100-an, plus SPG (sales Promotion girl) 250 orang. Kalau yang SPG tanggung jawab brand masing-masing dengan kebijakan masing-masing brand. Kalau yang brand ada beberapa kebijakan yang berbeda-beda. ada yang masuk harus jualan, ada yang masuk gantian untuk piket,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler