Penyemprotan Disinfektan di Area Luar Ternyata Tak Efektif Bunuh Covid-19, Ini Penjelasan IDI Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah lebaran, kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus melonjak tajam. Berbagai upaya pun dilakukan guna percepatan penurunan kasus, di antaranya penyekatan dan pembatasan aktivitas warga. Terbaru, area-area vital dan jalan-jalan protokol di Kudus disemprot disinfektan mulai, Jumat (4/6/2021). Tak tanggung-tanggung penyemprotan tersebut menggunakan delapan unit kendaraan water canon.

Namun, seberapa efektifkah penyemprotan disinfektan tersebut dalam penanggulangan Covid-19? Ditemui di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus, dr Ahmad Syaifuddin menuturkan, penyemprotan di area terbuka tidaklah efektif dalam penanggulangan Covid-19. Sebab di area terbuka virus dipastikan mati ketika terkena sinar matahari.

“Kalau untuk penanggulangan Covid-19, penyemprotan disinfektan di area terbuka itu sebenarnya tidak efektif. Sebab virus itu butuh inang, saat virus tersebut jatuh di area terbuka dan terkena sinar matahari, dalam waktu dua jam virus tersebut sudah mati,” ujarnya kepada Betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga: Siapkan 8 Water Canon, Kapolda Akan Banjiri Kudus dengan Disinfektan

Dia mengungkapkan, untuk mencegah penyebaran virus corona akan lebih efektif dengan penerapan protokol kesehatan. Di antaranya memakai masker saat keluar rumah maupun saat bertemu orang lain, menjaga jarak, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menghindari kerumunan.

“Dengan penerapan protokol kesehatan ketat, maka orang akan terhindar dari penularan Covid-19. Kebijakan pengetatan kegiatan, penutupan semua tempat wisata, serta yang tak kalah penting itu mengedukasi warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Sebab masih banyak warga yang abai akan protokol kesehatan. Padahal itu lebih efektif dalam mencegah penyebaran virus corona,” bebernya.

Disinggung tentang penyemprotan disinfektan di area pagar rumah warga yang terpapar Covid-19, menurutnya hal tersebut juga kurang efektif. Seharusnya penyemprotan dilakukan di area dalam rumah warga yang terpapar Covid-19.

“Penyemprotan di area luar rumah atau pagar itu kurang efektif. Harusnya yang efektif itu malah penyemprotan di dalam rumah orang yang terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga: Covid-19 di Kudus Masih Tinggi, Puluhan Personel TNI Polri Diterjunkan Bantu Pemakaman

Saat ini, kata dia, yang lebih baik dan lebih efektif yakni dengan penerapan protokol kesehatan. Langkah tersebut harus dijalankan dan harus diperketat. Apalagi kasus Covid-19 di Kudus saat ini melonjak.

“Imbauan kami masyarakat Kudus harus menaati protokol kesehatan. Kedua ketika ada gejala Covid-19 segera periksa ke dokter. Kalau memang terbukti terpapar harus bersedia isolasi. Masyarakat jangan abai sebab virus Covid-19 ini benar adanya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER