BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono mengatakan, Pemkab Kudus telah menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19. Total anggaran yang dipersiapkan itu, sebesar Rp 67 miliar.
Eko menyebut, anggaran sebesar itu diambil dari dana refocusing dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Sebenarnya untuk anggaran refocusing sebesar Rp 91 miliar. Dari jumlah tersebut, yang bisa kami gunakan hanya Rp 67 miliar. Sedangkan yang Rp 24 miliar pemotongan DAU (Dana Alokasi Umum),” jelas Eko, Jumat (11/6/2021).
Baca juga : 209 Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Donohudan Tunggu Kejelasan untuk Pulang ke Kudus
Lanjutnya, dari anggaran Rp 67 miliar itu dibagi untuk empat bidang. Yakni untuk penanganan Covid-19 itu sendiri, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan dan pemerintahan desa dalam rangka sinergitas dengan TNI Polri, dan pemberian intensif tenaga kesehatan daerah.
Eko menjelaskan, untuk pemberian intensif kepada tenaga kesehatan menghabiskan dana paling banyak. Yakni di angka Rp 33 miliar. Rinciannya, untuk pemberian gaji dan tunjangan ASN sebesar Rp 31,5 miliar dan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan sesuai standar sebesar Rp 2,18 miliar.
Lalu dana untuk penangan covid-19 sendiri dikatakan Eko menghabiskan dana sebesar Rp 15,2 Miliar. Sedangkan untuk PPKM Mikro atau bisa dikatakan juga sebagai dukungan pada kelurahan menghabiskan dana sebesar Rp 1,8 Miliar.
Sementara itu, beberapa waktu lalu Kabupaten Kudus juga menerima bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebesar Rp 1 miliar untuk penanganan Covid-19. Dari keterangan yang disampaikan Eko, diketahui dana tersebut adalah dana siap pakai untuk kegiatan di luar yang sudah dianggarkan. Yakni, bisa digunakan untuk mendukung PPKM Mikro di desa dan untuk operasional lainnya.
Baca juga : Hari ini, 231 Orang Kudus Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
Eko juga menjelaskan, bahwa Pemkab Kudus juga masih memiliki anggaran untuk membiayai pasien Covid-19 yang akan melakukan isolasi mandiri di tiga tempat. Yakni di Rusunawa Bakalankrapyak Kudus, Balai Diklat Sonyawarih dan Graha Muria Colo dengan kapasitas 796 pasien.
“Estimasinya selama satu bulan ada sekitar Rp 1,3 miliar untuk mencukupi kebutuhan makan minum pasien dengan jumlah tersebut. Sedangkan untuk warga yang isolasi mandiri di rumah, itu kebijakan DKK, kami sendiri belum menganggarkan,” tegasnya.
Editor : Kholistiono

