BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemeritah Kota Semarang terpaksaa membuat rumah sakit darurat Covid-19 dengan kapasitas 106 tempat tidur isolasi atau bed occupancy rate (BOR). Rumah sakit darurat itu diperlukan, sebab keterisian tempat tidur atau BOR rumah sakit di Kota Semarang sudah mencapai 91,34 persen.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, salah satu penyebab BOR di Kota Semarang penuh, lantaran banyak pasien luar kota yang dirujuk ke Semarang. Untuk itu, dia membuat rumah sakit darurat yang berada di Kedungmundu, Tembalang, Semarang.
Baca juga : Rumah Sakit Penuh, Pemkot Semarang Buka 4 Tempat Isolasi Baru
“Kasus Covid-19 di Semarang mengalami peningkatan tajam sejak satu bulan terakhir,” jelasnya, Selasa (22/6/2021).
Menurutnya, melonjaknya angka Covid-19 di Kota Semarang disebabkan karena kesadaran masyarakat soal prokes mulai menurun. Berdasarkan survei yang dia lakukan, banyak warga yang mengabaikan prokes.
“Kalau sudah begini harus saling menjaga, harus mandi sebelum masuk rumah,” ujarnya.
Untuk antisipasi ruang IGD dan isolasi Covid-19 di sejumlah rumah sakit Kota Semarang yang mulai penuh, dia mengimbau kabupaten/kota di luar Kota Semarang merujuk pasien Covid-19 ke rumah sakit terdekat di sekitarnya.
“Hal itu mengingat keterbatasan tempat tidur rumah sakit di Kota Semarang,” ucapnnya.
Baca juga : Pasien Covid-19 di Kota Semarang Meroket, Naik Hingga 300 Persen
Hendi juga mengatakan, meski 45 persen pasien Covid-19 di Semarang berasal dari luar daerah, dirinya mengajak masyaralat untuk tetap waspada. Dirinya pun mengambil langkah strategis dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Berbagai langkah antisipasi sudah disiapkan, yang penting masyarakat mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Editor : Kholistiono

