31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Rumah Sakit Penuh, Pemkot Semarang Buka 4 Tempat Isolasi Baru

BETANEWS.ID,  SEMARANG – Ruang IGD dan Isolasi Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang mulai penuh. Pemkot Semarang berencana akan menambah 450 tempat tidur isolasi pasien Covid-19 untuk antisipasi ledakan pasien.

Hendi, sapaan akrab Wali kota Semarang mengakui, Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Semarang saat ini sudah mencapai 82%. Hendi mengatakan, hingga hari ini ada 1.771 tempat tidur isolasi baik yang di rumah sakit maupun rumah karantina seperti Rumah Dinas Wali Kota dan Islamic Center.

Rencananya, minggu depan Pemkot akan membuka tempat isolasi di Diklat Kota Semarang yang bisa menampung 100 tempat tidur.

-Advertisement-

Baca juga: Temukan Pasien Covid-19 Terlantar di Depan IGD RSUD Kartini, Ganjar: ‘Ini Bahaya’

“Kami juga negosiasi dengan UIN yang punya asrama mahasiswa sebanyak 200 tempat tidur, salah satu rumah sakit baru yang belum keluar izin meski bangunan sudah jadi ada 100 tempat tidur yang bisa dipakai, gereja di marina ada 50 tempat tidur jadi total ada 450 tempat tidur yang akan dibuka mulai minggu depan,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga akan  memperketat aturan Pembatasan Kegiatan Masyakat (PKM) seiring meningkatnya kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir.

“Saya minta masyarakat memaklumi pengetatan PKM akibat meningkatnya Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, melonjaknya angka Covid-19 di Kota Semarang disebabkan karena kesadaran masyarakat soal prokes mulai menurun. Berdassarkan survei yang dia lakukan, banyak warga yang mengabaikan prokes.

“Kalau sudah begini harus saling menjaga, harus mandi sebelum masuk rumah,” ujarnya.

Beberapa kali dia menemui pasien Covid-19 kebanyakan mereka diisolasi di rumah dinas dengan keluarga. Hal itu menunjukan jika penyebarannya sudah sampai pada lingkup yang paling kecil.

Baca juga: Ganjar Sebut Daerah Lain Bisa Tiru Langkah Pemkab Pati Sewa Hotel untuk Isolasi Terpusat

“Beberapa kali saya temui warga yang isolasi, saya tanya di sini dengan siapa, ternyata dengan  suaminya,” ujarnya.

Untuk antisipasi Ruang IGD dan Isolasi Covid-19 di sejumlah rumah sakit Kota Semarang yang mulai penuh, dia mengimbau kabupaten/kota di luar Kota Semarang merujuk pasien Covid-19 ke rumah sakit terdekat di sekitarnya.

“Hal itu mengingat keterbatasan tempat tidur rumah sakit di Kota Semarang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER