BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus menggelar pelatihan pemulasaran jenazah infeksius gratis bagi seluruh modin desa di Kabupaten Kudus. Tak hanya mendapat materi, para modin desa yang datang juga diajari praktik langsung pemulasaran jenazah pasien yang terpapar Covid-19.
Satu di antara sejumlah modin yang hadir yakni Ali Mahfud. Ia mengaku sengaja menyempatkan waktu belajar proses pemulasaran jenazah infeksius karena dirasa penting. Dirinya datang bersama empat modin di desanya.
Dia bercerita, jika di desanya pernah ada kejadian warga isolasi mandiri yang meninggal. Saat meninggal, posisi warga tersebut masih menunggu hasil tes swab. Beruntungnya, saat keluar hasilnya negatif.
Baca juga : Modin di Kudus Diberikan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19
”Kami tidak ingin kecolongan, jadi harus mengantisipasi jika dikemudian hari ada warga isman positif yang meninggal. Kami tak ingin virus menyebar lebih luas, sehingga ikut belajar ke sini,” kata modin Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus itu.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Abdul Aziz Achyar mengungkapkan, kegiatan pelatihan pemulasaran bagi jenazah yang terpapar covid-19 ini didasari atas keprihatinan dampak pandemi yang belum juga usai. Saat ini sudah mulai banyak kasus warga yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah.
“Jadi ternyata tidak hanya yang dirawat di rumah sakit yang meninggal. Tapi yang menjalani isolasi mandiri di rumah juga ada,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Aziz itu melanjutkan, kegiatan yang digelar itu mendapat respon baik. Kesempatan tersebut pun tidak disia-siakan sejumlah modin dari berbagai desa, mereka datang untuk menimba ilmu di unit pemulasaran jenazah RSUD dr Loekmono Hadi.
Sejumlah modin yang hadir diajarkan mulai dari proses memandikan, mengakafani, desinfeksi, hingga proses pengelolaan limbah infeksiusnya. Pihaknya juga mengajarkan bagaimana menggunakan alat pelindung diri yang benar. Sehingga bisa memproteksi dirinya dan lingkungan sekitar dari ancaman terpapar virus Covid-19 yang masih ada di tubuh jenazah.
Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan jika ada warga isman yang meninggal di rumah modin desa bisa menanganinya sesuai tatalaksana pemulasaran jenazah infeksius. Sehingga tidak perlu dibawa ke rumah sakit.
”Kalau semua yang isman dibawa ke rumah sakit, tentu saja tim kami sangat kerepotan. Jika ini dapat berjalan kami akan sangat terbatu,” jelasnya, Selasa (22/6/2021).
Aziz menambahakan, pelatihan teknik pemulasaran jenazah infeksius ini digelar gratis setiap hari. Jika ada modin desa yang ingin belajar bisa datang kapan saja di bagian unit pemulasaran jenazah.
Baca juga : Bupati Kudus Minta Setiap Desa Siapkan Tempat Isolasi Terpusat
Hingga akhir pekan lalu sudah ada sembilan modin dari tiga desa yang datang. Yakni Desa Prambatan Kidul, Desa Kutuk, dan Desa Karang Malang.
“Selain membuka pelatihan di rumah sakit, tim pemulasaran kami juga digandeng Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan pihak kecamatan untuk memberikan pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 di 9 kecamatan. Kami justru senang jika teman-teman modin desa mau belajar. Kami buka pintu selebar-lebarnya,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

