BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah toko yang berada di tepi Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, terlihat seorang perempuan dengan mata berkaca-kaca. Suaranya lirih terdengar meminta keringanan saat dua orang pria menagih utang. Perempuan itu tak lain adalah Masfu’ah Enty Aliyah, pemilik Jenang Karomah Kudus yang melakukan reka adegan saat berhadapan dengan penagih hutang.
Masfu’ah begitu dia akrab disapa, berbagi kisah kepada betanews.id tentang masa-masa sulit usahanya. Saat itu, dirinya merasa sangat terbantu dengan produk Kredit Cepat Aman (KCA) Pegadaian. Dengan pelayanan yang cepat dan tepat, akhirnya aset Jenang Karomah tak jadi disita.

Baca juga : Kisah Jatuh Bangun Jenang Karomah, Pernah Terlilit Utang Hingga Aset Nyaris Disita
“Menurut saya, KCA merupakan solusi terpercaya untuk mendapatkan pinjaman secara mudah, cepat dan aman. Untuk mendapatkan pinjaman bisa membawa agunan berupa perhiasan emas, emas batangan, mobil, sepeda motor, laptop, handphone, dan barang elektronik lainnya,” bebernya saat ditemui beberapa waktunyang lalu.
Katanya, KCA merupakan kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah. Keunggulan KCA di antaranya adalah memiliki ribuan outlet Pegadaian di seluruh Indonesia yang melayani. Dan prosedur pengajuannya juga sangat mudah.
“Proses pinjaman sangat cepat, hanya butuh waktu 15 menit. Pinjaman mulai dari Rp 50 ribu hingga lebih dari Rp 500 juta. Jangka waktu pinjaman maksimal 4 bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang. Selain itu, pelunasan juga dapat dilakukan sewaktu-waktu. Tanpa perlu buka rekening dan nasabah menerima pinjaman dalam bentuk tunai,” kata ibu tiga anak itu.
Ia menambahkan, syarat untuk mengajukan juga terbilang mudah. Yang pertama fotocopy KTP atau identitas resmi lainnya. Selanjutnya menyerahkan barang jaminan.
“Untuk kendaraan bermotor membawa BPKB dan STNK Asli. Jika sudah tinggal menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK),” tambahnya.
Baca juga : Jenang Karomah Aneka Rasa yang Kenyal dan Empuk Ini Tak Pernah Sepi Pembeli
Dirinya mengaku hingga saat ini masih menjadi nasabah Pegadaian. Meski ada sejumlah instansi yang membantu proses berkembangnya Jenang Karomah, tetapi Pegadaian memiliki peran penting saat pihaknya berada di posisi yang sulit.
“Sejak tahun 2011 hingga saat ini saya masih menjadi nasabah Pegadaian. Sejauh ini berjalan dengan lancar dan kami merasa banyak terbantu,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

