31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Petis Bumbon, Makanan Khas Semarang yang Hanya Ada Ketika Ramadan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setiap Ramadan, sejumlah makanan dijual untuk sajian berbuka puasa di depan Masjid Kauman Semarang, Jawa Tengah. Salah satu kuliner yang jarang ada di hari biasa adalah petis bumbon.

Kuliner yang satu ini menjadi idola dan dicari penikmatnya untuk berbuka puasa di Kota Semarang. Apalagi, petis bumbon merupakan makanan khas yang hanya bisa ditemui ketika Ramadan atau saat Dukderan.

Pengunjung sedang memilih menu makanan di Bazar Ramadan di depan Masjid Kauman Semarang. Foto: Dafi Yusuf.

Penjual petis bumbon, Suginah (50) mengatakan, petis bumbon terbuat dari rempah-rempah seperti daun salam, kunci,  jeruk wangi, cabai, laos, serai, dan yang terpenting petis [sari ikan] banyar yang ditambahkan ke dalamnya.

-Advertisement-

Baca juga: Cerita Pewaris Resep Bubur India yang Disajikan Setiap Ramadan di Masjid Pekojan Semarang

Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untukmembuat sajian ini.  Itu belum termasuk mengupas kulit telur bebek yang menjadi lauk utamanya. Selain telur bebek, adapula tahu sebagai pilihan lauk.

“Jadi banyak yang cari kalau bulan Ramadan kayak gini, rempah-rempahnya banyak menyehatkan,” katanya, Senin (19/4/2021).

Resep petes bumbon merupakan resep turun temurun yang diajarkan oleh keluarganya. Dia adalah generasi ketiga pembuat petis bumbon dari kakeknya yang bernama Karjini.

“Ini resepnya turun-temurun dari kakek saya. Jadi rasanya tak pernah berubah dan mempunyai keunikan sendiri,” imbuhnya.

“Sekilas seperti sambal goreng tapi beda. Cita rasa pun ada asin, gurih, dan pedas,” ujarnya.

Baca juga: Berburu Takjil Bubur India Khas ala Masjid Pekojan Semarang

Untuk harga, lanjut Suginah, satu porsi petis bumbon dengan lauk telur hanya dibanderol Rp 10 ribu. Sedangkan petis bumbon tahu hanya dihargai Rp 5 ribu.

“kalau tambah lontong harganya Rp 15 ribu. Harganya murah untuk buka puasa,” ujarnnya.

Menurutnya, Ramadan kali ini lebih banyak pembeli dibandingkan dengan sebelumnya. Hal itu dikarenakan pandemi Covid-19.

“Pandemi itu efeknya terasa banget, kalau tahun kemarin sepi banget. Alhamdulilah tahun ini sudah mulai ramai,” katanya.

Salah satu pembeli petis bumbon, Siti Fadila mengaku sudah mejadi pelanggan Suginah. Selama Ramadan  tahun ini, dia sudah membeli petis bumbon buatan Suginah sebanyak tiga kali.

“Selain hanya ada ketika bulan Ramadan, masakannya juga enak. Makannya saya jadi pelanggan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER