BETANEWS.ID, SEMARANG – Bubur India di Masjid Jami Pekojan Semarang menjadi hidangan yang paling ditunggu-tunggu oleh warga sekitar ketika bulan Ramadan. Bubur tersebut memang menjadi primadona, selain itu resepnya juga tak pernah berubah sampai saat ini.
Setiap hari, Masjid Pekojan bisa menghabiskan 23 kilogram beras untuk produksi Bubur India. Puluhan kilogram beras tersebut bisa dijadikan 500 porsi Bubur India yang dibagikan untuk warga sekitar dan jemaah yang datang.

Baca juga : Berburu Takjil Bubur India Khas ala Masjid Pekojan Semarang
Juru Masak Bubur India Masjid Pekojan Semarang Ahmad Ali mengatakan, jika dirinya merupakan generasi keempat pembuat Bubur India di Masjid Jami Pekojan yang berada di Kawasan Pecinan, Kota Semarang.
“Saya itu generasi keempat dalam melestarikan Bubur India,” jelasnya saat ditemui di Masjid Jami Pekojan, Jumat (16/4/2021).
Resep Bubur India dibagikan secara turun-temurun oleh pemasak Bubur India. Hal itu membuat rasa Bubur India sampai saat ini tak pernah berubah. Hal itu karena resepnya selalu sama.
Awalnya, sesepuh warga Pekojan bernama Anas Salim, dari Gujarat India yang membawa resep Bubur India ke Kota Semarang.
Anas Salim merupakan pewaris ketiga setelah mendapat resep dari sang kakek Harun Rofii dan Salim Harun, sang ayah. Keluarganya memakai penguat rasa untuk Bubur India. Sementara, kakek Anis Salim datang ke Indonesia sekitar tahun 1.800 yang lalu.
“Namun sayang, Abah Anas baru saja menghembuskan napas terakhirnya beberapa bulan yang lalu,” imbuhnya.
Takmir Masjid Jami Pekojan, Ali Baharun mengatakan, jika bubur India memang disediakan ketika bulan Ramadan. Meski demikian, dia mengaku bulan Ramadan sebelumnya tak ada Bubur India yang disajikan karena pandemi.
Baca juga : Kuliner Unik Bubur Bakar Corona, Kuahnya Bikin Banyak Orang Minta Tambah
Sementara untuk bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Bubur India terdiri dari berbagai rempah-rempah seperti serai, salam, daun bawang, seledri, kayu manis, santan, bawang putih, iga sapi dan sengkel sapi untuk kaldu.
Waktu memasak sekitar 3 jam dengan suhu tinggi. Setelah matang bubur dimakan dengan berbagai lauk seperti sambal goreng ati, sambal goreng ayam, kare, atau gulai. Kemudian ada juga telur rebus di atasnya.
Editor : Kholistiono

