BETANEWS.ID, KUDUS – Kegiatan Pasar Murah Ramadan kembali tidak digelar tahun ini. Selain masih ada pandemi, Dinas Perdagangan Kudus memang tidak menganggarkannya, lantaran kena refocusing.
Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti menjelaskan, sebelum ada pandemi sebenarnya kegiatan pasar murah sudah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, diakibatkan pandemi dan dana banyak direfocusing, kegiatan ini pun ditiadakan dulu.
“Anggarannya tidak ada, karena kena di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Tahun 2020 juga tidak ada dan tahun ini memang tidak kita anggarkan,” katanya, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Pengusaha Bus Minta Pemerintah Cabut Kebijakan Larangan Mudik Lebaran
Untuk kebutuhan pokok, berdasarkan pantauan yang dilakukan Disdag Kudus di beberapa pasar Kudus semuanya masih dalam kondisi aman. Belum ada yang mengalami kenaikan besar-besaran.
“Untuk pasar masih kita pantau. Harganya masih stabil, Belum ada kenaikan secara signifikan. Ketersediaan barang pokok pun masih cukup. Stok semuanya masih aman,” ungkapnya.
Hanya saja, ada beberapa swalayan dan supermarket besar di Kudus yang membatasi ketersediaan jajan lebaran.
“Contohnya di ADA Swalayan, yang biasanya stok makanan lebaran itu ribuan, sekarang tidak. Dia takut karena kondisi masih pandemi. Bukan hanya swalayan, toko-toko biasa pun banyak yang membatasi stok,” wanita yang akrab disapa Etik itu.
Baca juga: KSBSI Kudus Minta Perusahaan Tetap Bayar Penuh THR Sesuai Ketentuan
Bahkan, untuk ketersediaan gas elpiji, Etik menyebut semuanya dalam kondisi aman. Apalagi saat berkoordinasi dengannya, Pemerintah Provinsi memberi tambahan 5 persen gas elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Kudus.
“Gas aman, apalagi kita ditambah 5 persen menjelang lebaran ini,” ungkapnya.
Sementara itu, menyambut kedatangan Idul Fitri, Disdag akan melakukan pengecekan ke beberapa pasar, toko, dan swalayan di Kudus. ini untuk mengecek kelayakan makanan yang dijual.
“Sidak pasti ada. Mungkin nanti H-7 Lebaran kami akan sidak ke pasar-pasar dan tempat-tempat lainnya,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

