BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah sudah memutuskan untuk melarang mudik pada libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. Namun, keputusan tersebut mendapat respon pro dan kontra dari berbagai pihak. Terutama pengusaha transportasi yang jelas menyayangkan keputusan tersebut. Sebab, usaha bidang itulah yang akan terdampak paling signifikan dari kebijakan tersebut.
Hal itu cukup beralasan, sebab, selama pandemi Covid-19 ,usaha jasa transportasi sudah babak belur. Penumpang turun drastis sehingga banyak usaha transportasi yang merugi. Tak terkecuali perusahaan otobus (PO) yang cukup berdarah – darah selama pandemi. Haji Haryanto, owner dari PO Haryanto pun menyarankan agar mudik Lebaran tahun 2021 diperbolehkan, dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
“Ini ya, kalau saya boleh menyarankan pemerintah. Mungkin sebaiknya mudik lebaran 2021 itu diperbolehkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Haryanto kepada Betanews.id, Jumat (2/4/2021).

Baca juga : Perusahaan Otobus Babak Belur, PO Haryanto Minta Kebijakan Larangan Mudik Dikaji Ulang
Haryanto mengatakan, sebenarnya saat ini jumlah penumpang belum bisa normal seperti sedia kala. Namun, setidaknya sudah lumayan. Di saat banyak perusahaan otobus masih tertatih – tatih memulihkan ekonominya, malah ada pelarangan mudik lagi, otomatis para pengusaha otobus akan semakin menderita.
“Bahkan pengusaha otobus yang belum siap mental itu sudah banyak yang jatuh atau bangkrut ya. Terutama bagi perusahaan otobus yang belum begitu dikenal masyarakat atau belum punya pelanggan setia. Sulit mereka untuk bersaing,” bebernya.
Sedangkan, lanjutnya, para pengusaha otobus itu harus tetap membayar tagihan bank, biaya servis kendaraan dan berbagai macam spare part mesin yang harganya cukup mahal. Mereka juga harus memikirkan nasib sopir, kernet dan karyawan lainnya. Kalau mudik Lebaran dilarang, perusahaan otobus akan makin banyak yang gulung tikar.
“Setahu saya, selama pandemi setahun ini sudah ada sekitar 75 persen perusahaan otobus yang bangkrut,” jelas purnawirawan TNI tersebut.
Pria yang merintis usaha otobus sejak tahun 2000 itu mengatakan, diperbolehkan mudik Lebaran dengan penerapan protokol kesehatan ketat akan jadi solusi terbaik. Pengusaha otobus tetap bisa beroperasi dan dapat pemasukan. Sedangkan pemerintah tetap bisa menekan lonjakan atau penyebaran Covid-19.
“Kalau kami, PO Haryanto tetap akan ikuti aturan pemerintah. Namun kalau bisa keputusan pelarangan mudik Lebaran 2021 mohon dipertimbangkan kembali,” harapnya.
Baca juga : Doa Orang Tua dan Disiplin Beribadah, Jadi Jimat Haryanto Sukses di Bisnis Otobus
Suami dari penyanyi Nurhana itu menuturkan, pelarangan mudik menurutnya juga sangat membahayakan keselamatan. Sebab kata dia, mudik Lebaran merupakan tradisi setahun sekali. Oleh karena itu, warga tetap akan pulang kampung dengan berbagai cara agar bisa kumpul keluarga saat Hari Raya Idul Fitri.
“Justru ini nanti yang bahaya. Saat perusahaan otobus dilarang beroperasi, warga pasti akan cari cara untuk mudik. Mereka nanti naik truk, nebeng kontainer dan kendaraan bak lainnya yang justru bahaya bagi keselamatan para pemudik,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

