31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Ngaji Pasaran, Kelas Kaligrafi Gratis di PSKQ Modern yang Digelar Tiap Ramadan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di belakang teras Pondok Pesantren Seni Kaligrafi Quran (PSKQ) Modern di Desa Undaan Lor, Gang 3, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa santri sedang mengikuti kelas yang diampu oleh seorang ustaz. Mereka tampak menggoreskan pena ke dalam kertas untuk dijadikan kaligrafi. Kegiatan itu merupakan kelas Pesantren Kaligrafi Ramadan (Pasaran).

Salah satu ustaz di PSKQ, Elfin Muhammad Iqbal (21) menerangkan, saat bulan Ramadan, PSKQ menggelar Ngaji Pasaran yang diikuti oleh para santri, baik santri dari PSKQ maupun dari luar.

Puluhan santri mengikuti ngaji pasaran di PSKQ Modern. Foto: Kartika Wulandari.

“Yang membuat spesial di kelas Pasaran ini adalah, kelas yang diikuti para santri tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis,” ungkapnya, Senin (26/04/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Wah Keren, Kaligrafi 3D dari Bambu Karya Assiry Nan Artistik dan Unik

Namun, untuk kebutuhan makan ada iurannya sendiri dan santri yang belum memiliki cat dan alat-alat kaligrafi bisa membelinya di PSKQ.

“Kelas pasaran ini sudah dimulai sejak 13 April sampai 6 Mei mendatang (1 Ramadan dan berakhir pada 24 Ramadan),” tambahnya.

Iqbal menambahkan, PSKQ Modern menjadi satu-satunya pesantren atau sekolah kaligrafi di Indonesia yang rutin setiap tahun menggelar Ngaji Pasaran Ramadan. Kegiatan ini sudah hampir diikuti oleh seribu santri, sejak pertama dibuka pada 2016.

Kegiatan pada kelas pasaran ini ada kelas mengaji, kaligrafi, melukis, belajar multimedia, dan entrepreneurship. Di PSKQ Modern, santri hanya bisa tidur 2,5 jam, karena dalam sehari di PSKQ ada 3 kelas yang harus diikuti. Kelas pagi dari 9.00 hingga 12.00 WIB, kelas sore 15.00 hingga 17.30 WIB, dan terahir kelas malam 21.00 hingga 2.00 WIB.

Baca juga: Tekuni Kaligrafi Sejak Belia, Kaligrafi Karya Sururi Pernah Diekspor ke Cina

Untuk kegiatan kelas pagi adalah penerapan seni rupa terapan, jadi santri diajarkan untuk membuat kaligrafi terapan seperti melukis di media styrofoam. Lalu pada kelas sore, santri diajarkan berbagai macam khat. Untuk kelas malam diisi oleh Pengasuh PSKQ, Muhammad Assiry, tentang pendalaman khat kaligrafi lebih detail.

“Kelasnya dilakukan full dari Senin sampai Minggu, tetapi bedanya kalau Minggu santri diberi lebih banyak ruang untuk berkarya,” jelasnya.

Tahun ini, lanjut Iqbal, Ngaji Pasaran diikuti sebanyak 50 orang santri yang berasal dari berbagai macam daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, Banten, Lampung, Yogyakarta, NTB, dan masih banyak lainnya.

“Kami menerima semua santri baik putra maupun putri,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER