31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKUDUSNdaoleng, Kopi Robusta...

Ndaoleng, Kopi Robusta dengan Cita Rasa Khas Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang mengemas bubuk kopi dan menimbang sesuai ukuran yang sudah ditentukan. Bubuk kopi dengan brand Ndaoleng tersebut, akan didistribusikan ke pelanggan yang sudah memesan. Pria itu tak lain adalah Zaenuri, Owner Kopi Ndaoleng.

Di sela aktivitasnya, Zaenuri bercerita, jika dulunya ia hanyalah seorang petani kopi biasa. Karena keprihatinannya terhadap penjualan Kopi Muria, ia kemudian mencoba untuk menjual kopi sudah dalam bentuk bubuk dengan brand Ndaoleng.

Biji kopi yang sudah selesai disangrai dan belum dikemas menjadi brand Kopi Ndaoleng. Foto: Kartika Wulandari

Baca juga : Kopi Muria Moelyo, Nikmatnya Cita Rasa Robusta Muria Hasil Olahan Tradisional

- Ads Banner -

“Saya prihatin saja, kualitas kopi dari lerang Muria itu bagus, tapi penjualannya murah sekali. Jadi, saya ingin meningkatkan harga kopi Muria dengan memberikan branding kopi sendiri,” ujar warga RT 5 RW 2 Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Sabtu (17/04/2021).

Untuk saat ini, Kopi Ndaoleng hanya mempunyai varian jenis robusta saja. Sedangkan untuk keunggulan dari Kopi Ndaoleng, katanya, proses penanamannya yang ditanam secara organik serta dipanen ketika buah berwarna merah sehingga menghasilkan kualitas yang bagus dan rasa yang khas.

“Untuk saat ini masih satu varian, tetapi nantinya akan ada 2 varian terbaru yaitu varian full wash dan kopi wine,” ungkapnya.

Untuk full wash, Zainuri mengatakan, varian tersebut adalah kategori kopi yang sangat ringan, sehingga aman untuk para penderita asam lambung yang ingin menikmati kopi.

Sedangkan kopi wine, merupakan kopi yang difermentasi selama satu bulan, sehingga mempunyai rasa asam dan mengandung alkohol.

Untuk harga 100 gram kopi Ndaoleng, katanya, dibanderol dengan harga Rp 20 ribu dan ukuran 1 kilogram dengan harga Rp120 ribu. Lalu untuk proses produksinya, Zainuri hanya memproduksi ketika ada pesanan saja. Sehingga bisa awet hingga 8 bulan.

“Agar rasanya selalu fresh, saya hanya meroasting ketika ada pesanan saja, jadi saya tidak berani menyetok banyak,” jelas zainuri.

Selama dua tahun berupaya untuk meningkatkan penjualan kopi Muria, Zainuri mengaku ia belum mencapai target penjualan yang diharapkan.

Baca juga : Miris dengan Nasib Kopi Muria, Hikma Munculkan Brand Kopi Muria Wilhelmina

“Ya saya berharap dari masyarakat Kudus bisa mendukung para petani lokal dengan menggunakan kopi daerahnya, rasa kopi Muria pun juga punya rasa khas tersendiri,” jelasnya.

Ditambah dengan adanya pandemi, Zainuri mengaku pendapatannya semakin turun. Untuk satu bulannya ia hanya bisa menjual 16 kilogram saja.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler