Mengenal Mbah Tomo, Penjual Kopi Legendaris Asal Kota Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG –Nama Mbah Tomo pasti sudah asing lagi bagi para pecinta kopi di Kota Semarang. Mulai dari wali kota, gubernur hingga artis papan atas sekalipun pernah mencicipi kopi racikannya.

Mbah Tomo merupakan salah satu legenda peracik kopi di Kota Semarang. Dia sudah berjualan bubuk kopi sejak 1947 di Kota Semarang. Hal itulah yang membuat namanya begitu terkenal.

Baca juga : Tulenia, Kopi Tulen Khas Pegunungan Muria

-Advertisement-

Meski namanya sudah cukup terkenal, tak banyak yang tau jika dia belajar meracik kopi dari Pondok Pesantren Darat milik ulama besar Jawa Tengah, yaitu Kiai Soleh Darat. Dia adalah salah satu santri dari pondok pesantren tersebut.

Cerita bermula ketika Mbah Tomo menjadi santri. Saat itu, ia mulai belajar menjual bubuk kopi melalui cucu Kiai Soleh Darat yaitu Ali Kholil.

“Melalui cucu Kiai Darat itu, saya mulai belajar cara memproduksi dan menjual bubuk kopi,” jelasnya saat ditemui di rumahnya di Jalan Darat, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara, Rabu (14/4/2021).

Cucu Kiai Soleh Darat, Ali Kholil dulunya adalah juragan kopi yang cukup besar di Kota Semarang. Pegawainya cukup banyak, termasuk ayah dan kakak Tomo. Namun, usaha Ali Kholil itu tak berjalan baik. Hal itu membuat banyak pelanggan mencari kopi di tempat lain.

“Sejak saat itu juga, banyak pedagang kopi keliling yang gulung tikar,” ujarnya.

Kurang lebih, sekitar 30 tahun Mbah Tomo sempat memikul dagangan beserta gilingan kopi untuk dijual sambil jalan kaki. Hingga akhirnya Mbah Tomo mampu membeli sebuah sepeda tua.

Sepeda yang dipakai Mbah Tomo cukup mencolok. Sepeda tersebut terdapat dua kaleng untuk menampung kopi dan perkakas pembungkus. Pada belakang sedel, dia mengikat penggiling kopi buatan Negeri Ratu Elizabeth, Inggris. Sponge & Co Ltd, tertera pada alat lawas itu.

Baca juga : Kopi Brins Jollong Kini Bisa Dipesan untuk Souvenir Pernikahan yang Keren

Selain itu, di kaleng tersebut tertempel sebuah kardus bertulis ‘Kopi Pak Tomo 081329255694 Biji Kopi Asli’, dengan ukuran yang cukup besar. Tulisan tersebut adalah strategi Mbah Tomo agar tak perlu mempromosikan dagangannya.

Untuk harga bubuk kopi yang dia jual cukup murah, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp100 ribu. Untuk harga satu kilogram sekitar Rp 50 ribu. Biasanya dia berjualan di beberapa titik seperti Kota Lama, Masjid Kauman Semarang dan Pecinan. “Dalam satu hari bisa terjual sekitar 10 bungkus,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER