31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKISAHKisah Mbah Min,...

Kisah Mbah Min, Kakek 88 Tahun yang Tetap Semangat Jualan Bakso Keliling di Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Malam itu, di tepi Jalan Mayor Sunaryo Surakarta, atau sebelah Monumen Patung Slamet Riyadi terlihat sekumpulan pemuda yang sedang menikmati bakso. Seorang pria dengan gerobak baksonya tampak masih meracik kuliner berkuah itu untuk disajikan kepada pelanggan. Ia adalah Sakimin (88), penjual bakso keliling yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Di sela-sela melayani pembeli, pria yang kerap disapa Mbah Min itu bersedia menjelaskan usaha yang dirintisnya sejak 1962 itu. Sebelum berjualan bakso, ia sempat bekerja dengan majikannya di Surakarta untuk mencari modal berjualan bakso. Setelah modal dirasa cukup, ia kemudian mulai menjual bakso di kawasan Solo.

Mbah Min mendorong gerobak bakso jualannya untuk pindah ke tempat lain. Foto: Khalim Mahfur.

“Saya mulai jualan sejak tahun 1962. Laris-larisnya itu pas jaman Presiden Pak Suharto,” terangnya, Senin (20/04/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Sri Rela Gantikan Sang Suami jadi Tukang Tambal Ban Demi Biaya Kuliah Anak

Setiap harinya, ia biasa mempersiapkan dagangannya mulai pagi hari, dari membuat bakso, meracik bumbu, dan membuat pangsit. Itu semua ia lakukan sendiri di kediamannya yang berada di daerah Kampung Sewu, Surakarta.

Mbah Min biasa berjualan di sekitar BI, atau di sekitar Monumen Patung Slamet Riyadi tiap harinya. Ia biasa menjajakan baksonya dengan mendorong gerobak miliknya mulai dari pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Mbah Min membandrol baksonya pada awalnya dengan harga Rp 2 ribu hingga sekarang ia menjual dengan harga Rp 10 ribu per porsinya.

Alhamdulillah dengan jualan bakso, dulu saya bisa menghidupi istri dan anak-anak saya, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap pria 4 orang anak itu.

Namun, sejak istrinya meninggal pada 2019 lalu karena serangan stroke, ia kini tinggal sendiri di rumah, lantaran keempat anaknya sudah berkeluarga dan punya rumah masing-masing.

Baca juga: Cerita Haru Penjual Pisang di Pinggir Jalan, Siti: ‘Agar Anak Saya Bisa Sekolah Kayak Lainnya’

“Anak-anak saya yang satu merantau ke Sumatera, yang tiga tinggal di Solo dan sudah berkeluarga semua,” beber Mbah Min.

Salah seorang pembeli, Salsabila (19) mengaku sudah langganan Bakso Mbah Min ini. Kala itu ia datang untuk berbuka puasa dengan teman-temannya.

“Menurut saya cukup worth it karena dengan harga Rp 10 ribu  bisa dapat bakso yang enak dan terasa dagingnya. Porsinya juga cukup banyak jadi cukup kenyang,” tandas wanita yang kerap disapa Bila itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler