BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Ramadan, aktivitas di Pasar Kliwon Kudus tampak lebih ramai dibanding sebelumnya. Terlihat parkiran penuh oleh kendaraan roda dua maupun empat. Tampak pula beberapa kendaraan berpelat lain daerah terparkir di halaman maupun di seberang jalan Pasar Kliwon Kudus. Dengan meningkatnya aktivitas jual beli di Pasar Kliwon Kudus, tentu hal tersebut juga berbanding lurus dengan perputaran uang di pasar tersebut.
Ditemui di kantornya, Koordinator Pasar Kliwon Kudus Sugito mengatakan, menjelang Ramadan perputaran uang setiap hari di Pasar Kliwon Kudus meningkat dari bulan – bulan sebelumnya. Menurutnya, beberapa hari menjelang Bulan Ramadan perputaran uang di Pasar Kliwon Kudus berkisar antara Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar sehari. Jumlah tersebut lebih besar dua kali lipat dari bulan sebelumnya.

Baca juga : Sebulan Jelang Ramadan, Penjualan Baju Muslim dan Anak-Anak di Pasar Kliwon Meroket
“Beberapa hari jelang Ramadan, aktivitas jual beli di Pasar Kliwon Kudus lumayan meningkat. Perputaran uangnya antara Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar sehari. Jauh lebih besar dibandingkan hari – hari sebelumnya yang perputaran uangnya hanya sekitar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar per hari,” ujar Sugito kepada Betanews.id, Rabu (7/4/2021).
Meski meningkat, kata Sugito, jika dibanding sebelum pandemi, jumlah perputaran uang tersebut masih kalah banyak. Menurutnya, sebelum ada pandemi jumlah perputaran di hari biasa bisa mencapai Rp 15 miliar perhari. Sedangkan menjelang Ramadan seperti ini, perputarannya bisa mencapai Rp 25 miliar sehari.
“Namun, kami tetap bersyukur, setidaknya mulai ada peningkatan transaksi di Pasar Kliwon Kudus,” bebernya.
Dia menuturkan, memang beberapa hari menjelang Ramadan jumlah pengunjung di pusat tekstil terbesar kedua di Jawa Tengah meningkat. Menurutnya, ada peningkatan pengunjung sekitar 10 persen dibanding bulan sebelumnya. Bahkan jumlah pengunjung makin banyak lagi pada akhir pekan.
“Beberapa hari menjelang Ramadan pengunjung di Pasar Kliwon Kudus meningkat. Apalagi kalau hari Sabtu dan Minggu, peningkatan pengunjung bisa sampai 25 persen dibanding hari biasa,” terangnya.
Dia mengatakan, pengunjung masih didominasi para bakul yang belanja, dan hasil belanjanya akan dijual kembali di daerah masing – masing. Meski masih didominasi para bakul pakaian atau hasil konveksi, tapi menjelang Ramadan penjualan aneka roti kering, kripik pun mulai ada peningkatan.
“Ya, tidak hanya pakaian, jajanan dan aneka kue kering dan keripik, penjualannya juga meningkat,” kata Sugito.
Dia mengungkapkan, bangunan Pasar Kliwon seluas 27 ribu meter persegi. Pasar Kliwon dibagi jadi delapan blok, yakni empat blok lantai dasar dan empat blok lantai atas. Masing-masing blok ditandai dengan huruf abjad A, B, C dan D.
Baca juga : Kuli Panggul Pasar Kliwon Kudus, Bekerja Sama-Sama Hasil Dibagi Rata (1/5)
Kemudian, Pasar Kliwon Kudus mempunyai 35 rumah toko (Ruko), terdapat 538 kios serta 2012 los. Menurutnya, dari ribuan los, ratusan kios dan puluhan ruko tersebut sudah tersewakan semua. Hanya ada beberapa los yang tutup itu pun lokasinya yang sepi.
“Ruko, kios dan los di Pasar Kliwon Kudus hampir semuanya buka, hanya ada empat unit los yang tutup. Itu memang lokasinya cukup sepi,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

