BETANEWS.ID, KUDUS – Barang elektronik tampak terjajar tak beraturan di depan Bengkel Elektro Selatan Balai Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Di sana, seorang pria sedang membongkar mesin cuci milik pelanggan. Setelah dibongkar, mesin cuci itu menurutnya, mengalami kerusakan pada dinamonya. Pria itu adalah Edi Witopo (38), owner Bengkel Elektro.
Di sela-sela kesibukannya, pria yang akrab disapa Edi itu bersedia berbagi informasi tentang usahanya. Dia mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak 2005 itu menjadi buruan servis elektronik. Dia mengaku, dalam sehari bisa memperbaiki minimal 8 sampai 9 barang elektronik.

“Kalau pelanggan kebanyakan dari Kecamatan Undaan. Ada juga yang dari Kecamatan Gajah, Demak dan Kecamatan Sukolilo, Pati,” bebernya kepada betanews.id, Senin (29/3/2021).
Baca juga: Servis Handphone Yudi Berikan Garansi Hingga Sebulan
Lebih lanjut dia mengungkapkan, di Bengkel Elektro miliknya itu, bisa mereparasi kipas angin, kulkas, mesin cuci, kompor gas, televisi, pompa air, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, di sana juga menjual barang elektronik bekas dengan kondisi 75 persen hingga 90 persen. Selain itu dia juga menerima servis panggilan jika dibutuhkan pelanggannya. Termasuk ada garansi satu bulan untuk barang apapun.
“Untuk harga jasa servis di sini, mesin cuci kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu, kulkas kisaran harga Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, televisi kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu, pompa air Rp 40 ribu, kipas angin Rp 20 ribu, dan kompor gas Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Itu semua tergantung dari kesulitan dan kerusakan barang,” rincinya.
Sedangkan untuk harga barang bekas elektronik yang dijualnya, mesin cuci mulai kisaran harga Rp 650 ribu hingga Rp 750 ribu, kulkas Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta, televisi Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu, pompa air Rp 250 ribu, dan kipas angin Rp 150 ribu. Harga itu, katanya, tergantung dari kondisi barang.
Edi menceritakan, dia menekuni jasa penyervisan itu berawal dari hobi sejak masih duduk di SMP. Setelah lulus, dirinya melanjutkan sekolah SMK jurusan elektro di Semarang. Waktu itu, setiap pulang sekolah dia bekerja di salah satu bengkel elektronik milik temannya. Kurang lebih enam tahun ikut temannya itu, di 2005 dia membuka sendiri di rumahnya.
Baca juga: Servis dan Beli Peralatan Komputer di Klinik Laptop Bergaransi Uang Kembali
“Pelanggan pertama dari tetangga sendiri, dan kemudian disebarluaskan lewat mulut ke mulut. Biasanya kan gitu ,kalau orang desa. Setiap kali ada apa gitu kan pasti akan terdengar. Dan saya sangat terbantu di situ,” kata bapak dua anak tersebut.
Dia menambahkan, modal awal dirinya merintis usaha tersebut hanya dengan alat seadanya hingga kini jadi buruan tempat servis barang elektronik.
“Saya berharap semoga bisa tambah sukses, punya barang baru, dan minimal tambah karyawan yang bisa membantu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

