Meski harga keanggotaan kuli panggul sangat besar dan penghasilan yang didapat cukup, ia mengaku tidak berniat untuk mewariskan pekerjaan kuli panggul ke anaknya. Sebab ia punya harapan agar kelak anaknya tidak bekerja jadi buruh kasar, tapi bisa bekerja kantoran. Pekerjaan dengan pakaian rapi, pekerjaan yang lebih ringan dan ada jenjang karirnya.

“Hasil pekerjaan jadi kuli panggul Pasar Kliwon Kudus ya lumayan, dan nilai keanggotaan juga naik terus seperti investasi. Namun, saya berharap anak saya kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari saya. Dapat bekerja di perusahaan besar dan penghasilan yang tinggi. Nanti surat keanggotaanku bisa saya jual kepada saudara atau kerabat saya,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan Kustono (49), rekan Norman itu berharap kelak anaknya tidak mengikuti jejaknya jadi kuli panggul di pasar. Dia ingin anaknya kelak bisa bekerja lebih layak sesuai cita-cita mereka. Dia mengaku punya dua anak, satu perempuan dan satu laki-laki. Anak perempuannya sudah menikah dan yang laki-laki masih sekolah SMA.

“Rencananya anak saya yang laki-laki setelah lulus SMA mau kuliah. Semoga saya selalu diberi kesehatan agar bisa bekerja dan membiayai kuliah anak saya. Sehingga nanti dia bisa bekerja sesuai cita-citanya. Tentang keanggotaan jadi kuli panggul pasar kelak kalau saya sudah tua bisa saya jual, tapi saya utamakan ke saudara saya sendiri,” ucapnya.


Tim Liputan: Ahmad Rosyidi, Rabu Sipan, Kaerul Umam (Reporter, Videografer). Suwoko (Editor Berita). Andi Sugiarto (Editor Video). Lisa Mayna Wulandari (Translator). Ahmad Rosyidi (Narator).

- advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini