Pagi itu, suasana di Pasar Kliwon Kudus masih sepi. Kios dan los pasar terbesar kedua tersebut masih banyak yang tutup. Namun, di lorong tengah pasar terlihat ada beberapa pria sedang beraktivitas. Mereka terlihat sedang menurunkan barang-barang terbungkus karung dari atas truk.
Barang yang sudah diturunkan kemudian diusung menggunakan troli dan diantar di depan kios pemilik barang. Mereka adalah para kuli panggul Pasar Kliwon yang penghasilannya melebihi pekerja kantoran.
Muhammad Sukari (40), satu di antara kuli panggul Pasar Kliwon menuturkan, kuli panggul pasar memang pekerjaan yang berat. Namun, hasil yang didapat dari pekerjaannya itu sesuai dengan tenaga yang dikeluarkannya. Dia mengaku bekerja secara berkelompok mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.
“Jam kerja kami ya itu bisa dibilang setengah hari. Rata-rata kami bisa membawa pulang uang antara Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu, tergantung kondisi. Kalau ada yang ingin melanjutkan bekerja sampai sore juga boleh, tentunya uang yang didapatkannya pun lebih banyak,” ujar pria yang akrab disapa Norman kepada Betanews.id, Jumat (22/1/2021).
am kerja kami ya itu bisa dibilang setengah hari. Rata-rata kami bisa membawa pulang uang antara Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu, tergantung kondisi
Norman – Kuli panggul Pasar Kliwon
Dia menjelaskan, dalam sebulan dirinya bisa mengumpulkan upah kuli panggul sekitar Rp 4,5 juta. Terkadang dia bisa mendapat lebih banyak, karena setelah siang kadang dirinya tetap bekerja. Angka tersebut tentu lebih banyak dari pegawai kantoran yang bergaji sesuai upah minimum kabupaten (UMK) sekitar Rp 2,3 juta.
Pria yang tercatat sebagai warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, itu mengatakan, sudah bekerja jadi kuli panggul di Pasar Kliwon Kudus selama 17 tahun. Dia menceritakan, dulu dirinya enggan saat ditawari bekerja jadi kuli panggul di pasar oleh pakdenya. Dia merasa tidak kuat mengangkat barang-barang berat.
“Pertama ditawari dulu oleh pakdeku dan awalnya saya menolak. Saya merasa tidak kuat untuk mengangkat barang berat. Namun, pakde memaksa dan disuruh mencoba jadi kuli panggul selama sepekan. Awalnya memang berat tapi berjalan sepekan, saya pun terbiasa mengangkat dan mengantar barang-barang yang ada di Pasar Kliwon Kudus hingga sekarang,” ungkapnya.
Belasan tahun bekerja jadi kuli panggul Pasar Kliwon, Norman menilai hasilnya lumayan. Selain bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, hasilnya juga bisa untuk membangun rumah dan menyekolahkan anak-anaknya. Suasana kerja bersama rekannya juga sudah seperti saudara.
“Meskipun berat, kalau sudah terbiasa beban yang lebih dari satu kwintal itu akan terasa ringan. Anggap saja olahraga setiap hari. Kerjanya juga gotong-royong dan bersama-sama. Kami semua sudah seperti saudara. Kalau lama tidak berangkat ada rasa kangennya juga,” tutur Norman sambil tersenyum.
Tim Liputan: Ahmad Rosyidi, Rabu Sipan, Kaerul Umam (Reporter, Videografer). Suwoko (Editor Berita). Andi Sugiarto (Editor Video). Lisa Mayna Wulandari (Translator). Ahmad Rosyidi (Narator).






