Di pintu utama Pasar Kliwon Kudus, Muhammad Sukari (40), satu di antara kuli panggul Pasar Kliwon tersebut sudi berbagi penjelasan tentang pekerjaannya. Dia mengatakan, kuli panggul adalah pekerjaan berat dan terbilang kasar. Meski begitu banyak orang yang ingin pekerjaan tersebut.

Namun, tutur Sukari, untuk jadi kuli panggul di Pasar Kliwon tidaklah mudah. Untuk bisa menjadi kuli panggul harus menjadi anggota paguyuban dan harus siap uang Rp 80 juta hingga Rp 100 juta.

“Itu pun kalau ada yang mau jual keanggotaan (paguyuban). Karena jumlah anggotanya sudah batasi sebanyak 25 orang. Jadi kalau ingin jadi kuli panggul di Pasar Kliwon ya nunggu ada yang jual keanggotaannya,” ujar pria yang akrab disapa Norman kepada Betanews.id, Jumat (22/1/2021).

Susah kalau mau jadi kuli panggul di Pasar Kliwon. Meski bisa bayar dengan uang sebanyak itu, kalau kami tidak mau jual ya tidak bisa. Karena kami kebanyakan lebih memilih mewariskan ke anak atau menawarkan ke keluarga.

Muhammad Sukari – Kuli panggul Pasar Kliwon

Pria yang sudah belasan tahun menjadi kuli panggul Pasar Kliwon Kudus itu menuturkan, meski ditarif dengan harga fantastis, peminat untuk menjadi anggota sangat banyak. Namun, jika pemilik keanggotaan sudah tua dan merasa sudah tidak kuat jadi kuli panggul, biasanya mereka menawarkannya ke anaknya dahulu atau ke saudara yang lain.

“Susah mas, kalau mau jadi kuli panggul di Pasar Kliwon. Ibaratnya kita bisa bayar dengan nominal tersebut, kalau pemilik keanggotaannya tidak mau jual ya tidak bisa jadi kuli panggul di Pasar Kliwon. Sebab kebanyakan, kami itu pasti menawarkannya ke anak atau saudara dulu. Setelah itu ke saudara-saudara anggota sini. Karena di sini kami sudah seperti keluarga,” bebernya.

- advertisement -

Disinggung apa surat keanggotaan kuli panggul Pasar Kliwon Kudus yang berharga fantastis itu bisa dijadikan jaminan hutang di bank, dia mengaku tidak mengetahuinya. Dia mengira kalau pihak bank percaya mungkin saja bisa. Namun, selama ini belum pernah melakukannya dan belum pernah mendengarnya juga dari rekan-rekannya.

“Kayaknya selama ini belum ada yang pernah menjaminkan keanggotaan kuli panggul Pasar Kliwon ke bank. Kalau mau hutang di bank kebanyakan ya pakai BPKB kendaraan atau sertifikat tanah,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini