BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi timur Jalan Desa Golantepus – Tenggeles, Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kudus tampak Distro bernama MB Store. Di dalam distro tersebut tampak tergantung rapi aneka jenis pakaian brand – brand terkemuka yang biasa dijual di mall. Di toko tersebut juga tampak seorang pria dan perempuan sedang melayani pelanggan. Mereka adalah pasutri pemilik MB Store.
Seusai melayani pembeli, pasangan suami istri bernama Burhanudin Falaq (28) dan Devi Fitrianawati sudi berbagi kisah hidup dan usahanya. Sang suami yang akrab disapa Burhan membuka obrolan. Ia sejak sekolah memang suka dengan dunia usaha. Bahkan saat sekolah dan saat kerja di pabrik ia pun nyambi usaha sampingan dengan berjualan aneka barang dan pakaian.

Baca juga : MB Store, Pusatnya Pakaian Branded di Kudus
“Saya dulu sekolah itu sudah nyambi jualan handphone bekas. Saat kerja di pabrik kacang pada tahun 2014, saya pun nyambi jualan pakaian secara daring,” ujar Burhan dengan didampingi istrinya kepada Betanews, Kamis (18/3/2021).
Pria yang baru melepas masa lajang tiga bulan lalu tersebut mengungkapkan, pada waktu itu ia memilih jualan aneka jenis pakaian tapi bukan yang branded. Menurutnya, usaha sampingannya itu hanya berjalan enam bulan saja. Sebab, kata dia, aneka jenis pakaian tidak branded yang dijualnya kurang laku.
“Mungkin penyebabnya banyak pesaing atau apa, saya kurang tahu. Sehingga pakaian yang saya jual sedikit peminatnya. Karena kurang laku, saya pun berhenti jualan pakaian KW tersebut,” terangnya.
Kemudian, ia pun berfikir cari usaha sampingan lagi. Hingga, ia dapat ide jualan aneka jenis pakaian merek terkenal yang biasa dijual di mall. Menurutnya, aneka jenis pakaian branded yang dijualnya secara daring di sela dirinya bekerja itu lumayan laris. Mungkin, tuturnya, saat itu penjual online aneka jenis pakaian branded sangat jarang, hanya beberapa saja.
“Selain itu harganya juga lebih murah dari mall, sedangkan barangnya sama. Bahkan dari usaha sampingan berjualan pakaian branded itu saya dipertemukan dengan istri saya ini,” kata Burhan sambil melihat istrinya.
Istri Burhan yang biasa disapa Devi tersebut melanjutkan cerita. Ia mengaku, lebih dulu jualan aneka jenis pakaian branded dari pada Burhan, pria yang dipilih jadi suaminya itu. Bahkan saat itu, selain memasarkan dagangannya secara daring, ia juga sudah punya toko. Menurutnya, dari usaha yang sama itulah mereka berkenalan dan jadi partner usaha. Kerja samanya berupa saling melengkapi barang dagangan, serta saling memasarkan satu sama lain.
“Pokoknya kita kerja sama saling memasarkan dan saling melengkapi. Jika saya kehabisan stok dagangan dan belum dapat kiriman barang dari suplier, saya ambil dulu barang di dia, begitu juga sebaliknya. Kata Devi sambil melirik suaminya.
Dia mengatakan, jadi partner usaha selama setahun, kemudian pacaran dan tunangan. Saat tunangan itulah, ia dan suaminya memutuskan untuk menggabungkan usaha mereka jadi satu. Serta dipilihlah nama MB Store, yang merupakan akronim dari Matahari Brand Store.
“Kami pilih nama tersebut karena yang kami jual adalah aneka jenis pakaian branded yang biasa dijual di mall. Barangnya originial semua,” tandasnya.
Baca juga : Tujuh Tahun Geluti Dunia Marketing di Perusahaan, Yokhi Nekad Berhenti untuk Rintis Bisnis Distro
Ia pun kemudian merinci berbagai brand pakaian yang dijual di MB Store. Di antaranya, 3Second, Greenlight, Famo, Moutley, Planet Surf, Lois, Emba dan lain sebagainya. Menurutnya, selain dijual di toko, aneka jenis pakaian branded tersebut juga dipasarkan di berbagai marketplace yang ada, tak ketinggalan pula melalui media sosial, Instagram dan Facebook.
“Kalau pemasaran melalui media sosial dan marketplace sejak awal tetap kami sudah punya. Pelanggan kami sudah lumayan banyak berbagai daerah di Indonesia. Bahkan beberapa kali ada pembeli dari luar negeri yakni Malaysia,” ucapnya.
Editor : Kholistiono

