Embung Kedung Banteng, Lahan Bekas Galian C yang Kini Jadi Objek Wisata Menarik

Ganjar Tanam 2.600 Pohon di Embung Kedung Banteng

BETANEWS.ID, BOYOLALI – Embung Kedung Banteng di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, bisa menjadi contoh rehabilitasi lahan bekas galian C yang rusak atau ditinggalkan. Kini, kawasan tersebut sudah ditata dengan apik dan jadi salah satu destinasi wisata di kabupaten tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, selain dibangun embung seluas 2 hektare, di sekitar kawasan tersebut juga dijadikan tempat rehabilitasi lahan kritis atau rusak akibat tambang galian C. Sekitar 2.600 pohon terdiri atas pohon trembesi dan buah-buahan ditanam di lahan seluas sekitar 1 hektare.

Ganjar Pranowo saat ikut menanam pohon di bekas lahan galian C yang kini disulap jadi Embung Kedung Banteng dan jadi destinasi wiswata menarik. Foto: Ist.

“Ini menjadi inspirasi. Jadi Embung Kedung Banteng ini harapan kita nanti akan menjadi tempat pariwisata. Kalau kita lihat inspirasinya adalah banyak tempat galian C yang rusak atau mungkin ditinggalkan, ternyata kalau kita tata ulang bisa menjadi tempat yang bagus. Ini nanti akan menjadi tempat pariwisata,” kata Ganjar yang datang ke lokasi sambil gowes bersama istri Siti Atikoh Ganjar, Kamis (11/3/2021).

-Advertisement-

Baca juga: 17 Ribu Pohon Ditanam untuk Selamatkan Rawapening

Menurut Ganjar, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Merapi tersebut, selain rehabilitasi lahan juga sangat penting untuk melestarikan sumber mata air. Di mana di Desa Cabean Kunti terdapat beberapa sumber mata air atau oleh warga disebut Sendang Pitu (Sendang Tujuh).

“Semakin banyak pohon ditanam, harapan kita sumber air makin banyak dan itu akan menjadi tempat kehidupan. Kalau sekarang kita tanami, mudah-mudahan nanti anak cucu kita yang merasakan dan pariwisata akan berjalan. Ini contoh,” jelasnya.

“Beberapa tempat yang musti direhabilitasi karena galian C, sebenarnya bisa dibuat semacam ini. Jadi nanti semuanya bisa terinspirasi,” tegas Ganjar.

Baca juga: River Walk, Wisata Hits yang Jadi Tempat Liburan Pertama Ganjar Saat Long Weekend

Di sisi lain, Kepala Dewa Cabean Kunti,  Khamid Winardi mengatakan, Embung Kedung Banteng selesai dibangun pada Oktober 2020 lalu. Pembangunan tersebut dilakukan untuk memanfaatkan lahan bekas tambang pasir yang dinilai tidak produktif.

“Terima kasih Bapak Gubernur berkenan hadir di Embung Kedung Banteng. Ini dulunya bekas penambangan pasir, dulu keadaannya (lahan) kritis. Kemudian diusulkan untuk dijadikan embung. Setelah ini akan dibuat sebagai tempat pariwisata untuk daerah sekitarnya. Embung akan disalurkan untuk kebutuhan perairan dan akan diolah menjadi sumber air bersih,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER