31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda Wisata 17 Ribu Pohon...

17 Ribu Pohon Ditanam untuk Selamatkan Rawapening

BETANEWS.ID, KAB. SEMARANG – Sebanyak 17 ribu pohon ditanama di Hulu Sungai Parat DAS Rawapening, Dusun Banydono, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Penanaman tersebut dilakukan untuk menyelamatkan kawasan Rawapening.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Widi Hartanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut, Sabtu (9/1/2021), menjelaskan bahwa gerakan pada hari itu merupakan kelanjutan dari gerakan yang sudah digagas sejak tahun 2020. Total yang sudah ditanam 7.000 bibit pohon.

Pada kesempatan itu ditanam total 17 ribu bibit pohon. Sebanyak 7 ribu bibit di antaranya telah ditanam terlebih dulu, dan pada acara tadi ditanam 10 ribu bibit dengan jenis bibit pohon berbuah.

Plt Ka DLHK Jateng, Widi Hartanto menambahkan, di Kabupaten Semarang ada sebanyak 13.999 Ha lahan dengan kategori Sangat Kritis dan Kritis. Sementara di Desa Banyubiru sendiri, terdapat 1,3 Ha lahan dengan kategori kritis dan sangat kritis.

Baca juga: Menikmati Indahnya Rawa Pening dari Bukit Cinta yang Terus Menggoda Wisatawan

“Tentunya ini bagian dari upaya untuk rehabilitasi dan konservasi tanah dan air untuk pengurangan erosi dan sedimentasi di hulu DAS Rawapening. Bibit pohon antara lain Durian, Mangga, Alpokat, Sengon hingga Matoa. Ini akan berkelanjutan di lahan kritis lain yang ada di Jawa Tengah,” ucap Widi.

Ganjar Pranowo Tekankan Warga Taati Protokol Kesehatan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo datang dalam kegiatan gerakan penanaman pohon tersebut. Dalam kegiatan tersebut dia meminta pada warga untuk tetap menanam pohon meski di tengah Pandemi COVID-19. Menurutnya penanaman pohon itu merupakan investasi jangka panjang dalam rangka menjaga kelestarian Rawapening.

Gabjar menambahkan, kegiatan penanaman pohon ini sangat bagus dilakukan di masa pandemi. Namun dia mengingatkan, penting untuk selalu memakai maskern. Dia berharap Rawapening yang dipenuhi gulma dan sedimentasi terlalu parah bisa berangsur-angsur tertangani.

“Ini bagus. Bapak-bapak ibu-ibu, Corona masih berjalan. Bahkan terjadi peningkatan, berkali-kali pembatasan dilakukan, banyak orang di rumah, kita diminta untuk pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Sehingga banyak pekerjaan kemudian terlupakan,” ucap Ganjar.

Baca juga: 62 Ribu Vaksin Cinovac Tiba di Jateng, Vaksinasi Dimulai 14 Januari

Akibatnya, kata Ganjar, hal ini menyebabkan turunnya mental dan memicu stres sehingga muncul penyakit yang akhirnya berpotensi terpapar virus corona karena imun turun.

Namun, Ganjar mengingatkan agar warga tidak panik meski dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti ini. Justru, kegiatan penanaman harus tetap dilakukan sekaligus menjaga imun.

“Meski dalam konteks pandemi, jangan pernah lupa untuj selalu menanam. Waktunya menurut BMKG sampai maret, tanam sebanyak-banyaknya. karena itulah investasi jangka panjang,” ujar Ganjar.

Editor: Suwoko

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler