31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Ajukan Izin Kuliah Tatap Muka, Wakil Rektor 1 IAIN Kudus: ‘Mahasiswa Jenuh Kuliah Online’

BETANEWS.ID, KUDUS – Permintaan izin kuliah tatap muka yang diajukan IAIN Kudus kepada Pemerintah Kabupaten Kudus resmi ditolak oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo. Dengan penolakan itu, pihaknya legowo dan akan tetap melaksanakan perkuliahan di semester genap tahun ajaran 2020/2021 secara daring.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Kudus, Supaat menjelaskan, alasan pengajuan izin itu berasal dari aspirasi mahasiswa yang mulai jenuh kuliah online. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, para mahasiswa itu kemudian ada intensi untuk kuliah tatap muka.

Mahasiswa IAIN Kudus tampak beraktivitas di depan perpustakaan. Foto: Nila Rustiyani.

“Mahasiswa baru saya kemarin itu, daftarnya online, tes online, ospek online, kuliah online. Jadi ya saya memahami perasaan mereka. Apalagi mereka bayar full, tapi tidak mendapatkan layanan seperti ekspektasinya,” beber Supaat, Senin (1/3/2021).

-Advertisement-

Baca juga: IAIN Kudus Minta Izin Gelar Kuliah Tatap Muka, Hartopo: ‘Saya Tegas Menolak’

Selain itu, pihaknya juga berpedoman pada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama yang memberi ruang dilaksanakannya kuliah tatap muka. Menurutnya, ada dua kalusul dalam surat edaran itu yang jadi pegangan dalam mengajukan izin. Pertama, kuliah offline dimungkinkan dengan catatan mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 daerah setempat. Yang kedua, dimungkinkan dengan standar protokol Covid-19, tapi hanya memanfaatkan 50 persen dari kapasitas.

“Di kami itu rombel (rombongan belajar) kelas itu kan 35 (mahasiswa). Rencananya kami akan melaksanakan kuliah dengan sistem blended learning. Yaitu memadukan antara perkuliahan tatap muka dan online,”jelas Supaat.

Dengan keputusan yang sudah dikantonginya itu, mau tidak mau Supaat akan menyosialisasikan hal tersebut kepada seluruh mahasiswanya yang jumlahnya lebih dari 12.500 orang.

“Kita akan sosialisasikan kepada mahasiswa kalau belum diberi izin perkuliahan tatap muka. Maka kami akan melakukan perkuliahan online lagi seperti sebelumnya,” katanya.

Baca juga: IAIN Salatiga Ciptakan Aplikasi Belajar Daring yang Diklaim Ungguli Google Clasroom

Kemudian, membahas terkait setahun perkuliahan online yang diterapkan di IAIN Kudus, Supaat mengungkapkan bahwa tidak ada masalah yang berarti. Semua nilai mahasiswa baik, kampus memberikan pemotongan UKT,  dan memberikan bantuan kuota untuk para mahasiswanya. Bahkan untuk mahasiswa yang mengambil cuti saat perkuliahan online, semua biasa saja.

“Tidak ada fenomena cuti massal oleh mahasiswa, biasa saja. Wajar jika ada beberapa mahasiswa mengambil cuti setiap semesternya,” pungkasnya.

Salah satu mahasiswa Najih di rumah memang sangat membosankan, apalagi kuliah daring itu memang ada beberapa yang kurang efektif. Seperti kurang nyambungnya antara dosen dan mahasiswa.

“Jujur, masalah serius saat kuliah online ini soal pemahaman. Jadi kebanyakan dosen itu tidak mampu memberikan pemahaman secara maksimal kepada mahasiswa. Makanya saya berharap pemerintah segera membuka kampus,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER