Luapan Sungai Dawe Kembali Banjiri Desa Mejobo, Warga Bahu-membahu Bentengi Tanggul

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa warga terlihat bahu-membahu mengisi tanah ke dalam karung guna untuk mengantisipasi limpasan air di Sungai Dawe yang berada di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Tanah dalam karung itu kemudian ditumpuk sedemikian rupa untuk menghalau lebih banyak luapan air yang membanjiri pemukiman warga.

Pembentengan tanggul itu merupakan intruksi Kepala Desa Mejobo Moh Abdul Kharis (46), yang mengimbau warga untuk bekerja bakti. Apalagi, debit air akibat hujan sejak Senin (1/1/2021) masih tinggi di sungai tersebut.

Warga Desa Mejobo kerja bakti menggikan tanggul sungai Dawe, Selasa (2/2/2021). Foto: Kaerul Umam.

“Tadi pagi limpasan air ini sudah memasuki pemukiman warga, akibat curah hujan yang tinggi. Di talut Sungai Dawe ini hampir jebol, saat ini kami saling kerja bakti mengganti dengan padas yang dimasukan kedalam karung,” bebernya, Selasa (2/1/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Banjir di Kudus Meluas Hingga 10 Desa, Ketinggian Air Capai 2 Meter

Dalam aktivitas penanganan penambahan talut sementara itu, lanjut Kharis, pihaknya melibatkan banyak pihak mulai dari warga, BPD, Babinsa, dan Babinkamtibmas. Kharis mengatakan, banjir di Desa Mejobo itu sudah menggenangi beberapa RW. Di antaranya RW 2, RW 3, dan RW 4. Masing-masing di wilayah RW itu ada sekitar 5 RT yang terdampak. Kurang lebih ada 500 hingga 600 warga Desa Mojobo yang terdampak banjir.

“Di Desa Mojobo ini, sekitar 500 hingga 600 warga yang terdampak karena bencana banjir ini, wilayah yang terdampak itu di RW 2, 3, 4. Yang masing-masing RW itu ada 5 RT,” rincinya.

Baca juga: Mejobo Banjir Lagi, Warga Jengah Rumahnya Selalu Terendam Saat Curah Hujan Tinggi

Di musim penghujan ini, di Desa Mojobo sudah mengalami banjir hingga empat kali. Rata-rata ketinggian banjir di desa tersebut 40 sentimeter.

“Harapan dari Pemerintah desa dan warga untuk Pemerintah Pusat agar menormalisasi sungai di Sungai Jeratunseluna dari endapan-endapan yang sudah dangkal,” tuntasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER