BETANEWS.ID, SEMARANG – Tiga kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapatkan perhatian cukup serius selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Soalnya, kasus covid-19 di tiga daerah tersebut cenderung mengalami peningkatan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menagatakan, secara hasil, pelaksanaan PPKM jilid pertama di Jateng sudah menunjukkan hasil positif. Dari tingkat penanganan rumah sakit, saat ini Bed Occupacion Rate (BOR) atau angka rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit berada di bawah 60 persen semuanya.
“Jadi capaiannya muncul dari sisi penanganan kesehatan. Tempat tidur isolasi dan ICU semuanya terkendali. Bahkan untuk tempat isolasi terpusat yang kami sediakan, sampai hari ini tidak pernah penuh,” tegasnya usai mengikuti rakor dengan Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan di ruang rapat gedung A, Minggu (31/1/2021) malam.
Baca juga: Ganjar Sebut PPKM Tahap Pertama di Jateng Menunjukkan Tren Cukup Bagus
Meski begitu, pihaknya masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya pada tingkat partisipasi masyarakat. Nantinya, potensi-potensi kerumunan akan dilakukan penataan dengan baik, seperti pasar, mall, dan sebagainya.
“Ada banyak yang bisa dilakukan di sisa waktu seminggu ini. Penataan-penataan di tingkat kabupaten/kota yang ada yang mengalami peningkatan. Dilaporkan Pak Menko, ada beberapa kabupaten/kota yang mengalami peningkatan di Jateng selama PPKM, yakni Kabupaten Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Jepara. Nanti tiga ini akan kami dampingi agar kemudian bisa terkendali,” tegasnya.
Pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait adanya peningkatan itu. Nantinya, ia akan membahas pelaksanaan PPKM itu dan berbagai agenda perbaikan akan dibahas bersama bupati/wali kota.
Tak hanya itu, Ganjar juga mengusulkan seluruh kabupaten/kota di Jawa Bali melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara serentak. Hal itu menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut PPKM jilid pertama tidak efektif menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Baca juga: Ganjar Siapkan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Antisipasi Dampak PPKM
“Memang PPKM jilid pertama itu tidak efektif, maka ada PPKM jilid kedua. Sekarang tinggal seminggu dan dirasa dampaknya kurang. Saya usulkan kepada pemerintah pusat, untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Bali semuanya ikut PPKM,” kata Ganjar.
Langkah tersebut, lanjut dia, sudah dilakukan Jawa Tengah. Saat awal PPKM, awalnya hanya ada tiga daerah yang diusulkan menerapkan kebijakan itu, yakni Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.
“Tapi respon seluruh bupati/wali kota di Jateng bagus dan semuanya ikut menerapkan. Sebab, mereka menganggap ini penting dan butuh partisipasi semuanya. Jadi, memang harus seperti itu,” tandas Ganjar.
Editor: Ahmad Muhlisin

