BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam satu rumah yang kebanjiran di Desa TanjungKarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak seorang perempuan paruh baya sedang sibuk memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi. Ia tampak hati-hati berjalan di tengah genangan air setinggi lutunya itu. Ia adalah Suyati (53) yang mengaku rumahnya sudah kebanjiran selama dua pekan.
Sambil beraktivitas, ia mengatakan, selama musim hujan rumahnya memang sering kebanjiran. Bahkan di musim penghujan sejak Januari lalu sudah empat kali rumahnya kebanjiran. Banjir kali ini lah yang menurut lumayan tinggi debitnya.

“Rumahku ini sering kebanjiran. Banjir surut dibersihkan, ada hujan lebat dikit banjir lagi. Sebenarnya capek juga, tapi bagaimana lagi. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah,” ujar perempuan yang akrab disapa Yati kepada Betanews.id, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Banjir Hambat Lalu Lintas Jalan Kudus-Purwodadi, Puluhan Motor Mogok
Dia mengatakan, selama dua pekan rumahnya kebanjiran, ia mengaku belum ada bantuan yang diterimanya, entah dari pemerintah atau dari para dermawan. Ia mengaku, karena banjir saat ini lumayan tinggi ia pun memutuskan untuk mengungsi.
Hal yang hampir sama juga diungkapkan oleh Suyatmi, warga RT 4 RW 5 Desa Tanjungkarang. Menurutnya, banjir yang terjadi di desanya itu sudah dua pekan, tapi air banjir masuk rumahnya sepekan terakhir.
“Sudah seminggu rumahku kebanjiran. Kalau jalan gang ini sudah kebanjiran sejak dua minggu yang lalu,” ucapnya.
Dia menuturkan, meski banjir sudah masuk rumahnya, ia memilih tidak mengungsi, karena ia mengaku tidak bisa tidur dengan banyak orang. Dia juga mengaku, selama kebanjiran dia dan tetangganya belum ada yang dapat bantuan.
“Bantuan belum ada mas. Kalau tidak percaya tanya saja sama tetanggaku,” ungkapnya.
Baca juga: Camat Kaliwungu Bantah Pengakuan Korban Banjir yang Tak Dapat Bantuan
Terpisah, sekretaris Desa Tanjungkarang Aklisia Nandayana menuturkan, untuk bantuan, pihak desa sudah mengajukan proposal ke beberapa instansi dan perusahaan. Beberapa bantuan sudah ada yang datang tapi ditampung dulu di posko penanggulangan banjir. Rencana secepatnya akan diberikan kepada warga yang terdampak banjir.
“Saat ini tempat pengungsian juga disediakan. Warga yang kebanjiran juga sudah ada yang mengungsi, jumlahnya sekitar 15 jiwa,” bebernya.
Data dari Nony, sapaan akrabnya, sampai hari ini banjir di desanya itu sudah merendam 177 rumah dengan 204 KK dan ada 794 jiwa yang terdampak. Menurutnya, ketinggian banjir saat ini antara 10 sentimeter sampai 60 sentimeter.
Editor: Ahmad Muhlisin

