BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir yang melanda di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus beberapa hari ini juga menggenangi Jalan Raya Kudus-Purwodadi. Akibat banjir itu, lalu lintas di jalan tersebut macet bahkan antrean kendaraan hingga sepanjang sekitar satu kilometer. Selain itu, banyak kendaraan roda dua yang melintas juga banyak yang mogok.
Pantauan di lokasi, kendaraan roda dua dan empat terlihat melaju pelan melintasi banjir di Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus. Selama 30 menit di lokasi banjir tersebut sudah ada 30 unit motor yang mogok. Sedangkan antrean kendaraan di sebelah selatan titik banjir terlihat mengular sepanjang satu kilometer.

Pengatur jalan yang juga warga Desa Tanjungkarang, Bastian (31) menuturkan, sampai saat ini, banjir sudah menggenangi Jalan Raya Kudus-Purwodadi tepatnya mulai Klenteng ke selatan sepanjang 100 meter. Namun, kata dia, banjir mulai tinggi sejak sepekan lalu.
Baca juga: Ini Jumlah Rumah di Desa Tanjungkarang yang Terendam Banjir
“Akibat banjir jalan jadi macet. Apalagi jam saat masuk dan pulang kerja, macetnya bisa panjang bahkan bisa sampai satu kilometer,” ujarnya kepada Betanews.id, Jum’ at (5/2/2021).
Dia mengatakan, selain mengakibatkan macet, ketinggian banjir yang mencapai lutut orang dewasa itu kerap bikin motor yang melintas mogok. Menurutnya, motor yang mogok tidak hanya kendaraan tahun lama, tapi juga kendaraan pengeluaran baru juga terkadang mogok. Apalagi, kendaraan yang melintas di jalan Tanjungkarang jumlahnya sangat banyak.
“Jumlah motor yang mogok akibat menerjang banjir di sini (jalan di Tanjungkarang) banyak. Jumlahnya puluhan, itu sampai ada bengkel dadakan di ujung sana,” bebenya sambil menunjuk pria yang sedang sibuk memperbaiki motor.
Satu di antara pengendara yang motornya mogok akibat banjir yakni Lila (22). Gadis yang tercatat sebagai warga Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati itu mengaku, sebenarnya sudah tahu kalau Jalan Raya Kudus-Purwodadi di Desa Tanjungkarang kebanjiran. Namun, ia terpaksa tetap lewat jalan tersebut karena tidak tahu jalan alternatif lain. Ia hanya tahu jalan alternatif lain itu lewat Sian, tapi jalan tersebut juga kebanjiran, bahkan banjirnya lebih tinggi.
Baca juga: Banjir di Jati Wetan Berwarna Hitam dan Berbau, Hartopo : ‘Tunggu Hasil Lab’
“Karena saya ada urusan penting ke Kudus, ya banjir itu saya terjang. Tadinya saya pede saja sebab motorku kan knalpotnya lumayan tinggi. Namun ternyata mogok juga,” bebernya.
Hal yang sama juga dikatakan, Avi warga Desa Undaan Tengah, Kudus. Motornya mogok saat berada di titik terdalam banjir yang menggenangi jalan. Menurutnya, awalnya lancar saja tapi saat berada di tengah jalan tiba-tiba mesin motornya padam.
“Sebenarnya sudah tahu dari media sosial bahwa Jalan Kudus-Purwodadi banjir lumayan tinggi. Namun, karena jalan alternatif juga ramai dan macet saya pun memutuskan untuk menerjang banjir. Hasilnya motor mlepek,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

