Camat Kaliwungu Bantah Pengakuan Korban Banjir yang Tak Dapat Bantuan

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma masakan tercium di dapur umum, Jalan Lingkar Barat, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Tampak belasan orang sedang sibuk di dalam tenda BPBD Kudus yang disediakan untuk korban banjir. Mereka terlihat ada yang sedang memasak dan ada pula yang sedang membungkus nasi beserta lauknya. Aktivitas tersebut adalah penyiapan logistik untuk para korban banjir di kecamatan tersebut.

Ditemui di lokasi, Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan menuturkan, setiap hari dapur umum untuk korban banjir selalu sibuk. Bahkan sejak pagi aktivitas di dapur umum untuk korban banjir itu sudah sibuk. Hal itu dilakukan agar saat jam sarapan sudah ada nasi beserta lauknya yang siap untuk dibagikan untuk para korban banjir.

Dapur umum untuk korban banjir di Kecamatan Kaliwungu. Foto: Rabu Sipan.

“Setiap waktu makan kami mendistribusikan nasi bungkus beserta lauknya ke seluruh warga korban banjir, entah itu korban banjir yang mengungsi maupun yang tidak. Jadi tidak benar kalau ada warga mengeluh tidak pernah dapat bantuan,” ujar Satria kepada Betanews.id, Kamis (4/2/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Jarang Tersentuh Bantuan, Vita Putuskan Tetap Berjualan di Tengah Banjir

Dia mengatakan, setiap ada bencana semacam ini dia meminta kepada para kepala desa yang desanya kebanjiran untuk mendata warganya yang terdampak. Data dari masing-masing desa itulah yang akan digunakan untuk pemberian bantuan dari pemerintah atau pun swasta. Sehingga, kalau ada warga korban banjir di wilayah Kecamatan Kaliwungu yang mengaku tidak pernah dapat bantuan, perlu dikonfirmasi yang diinginkan itu bantuan seperti apa.

“Kami mendistribusikan bantuan korban banjir itu sesuai data dari desa. Sehingga semua warga desa yang terdampak banjir pasti tersentuh bantuan, baik dari pemerintah atau pun pihak swasta. Kalau ada yang berkata belum dapat bantuan perlu konfirmasi, itu bantuan apa?” bebernya.

Dia mengatakan, memasuki jam makan pihaknya selalu membagikan sekitar 3 ribu nasi bungkus. Dalam sehari ada pembagian tiga kali, jadi total nasi bungkus yang dibagikan kepada para korban banjir ada 9 ribu bungkus. Selain logistik, kata dia, tim medis pun selalu standby untuk memberikan layanan kesehatan untuk warga korban banjir.

Baca juga: Kebanjiran Sejak Awal Januari, Warga Desa Tanjungkarang Mengaku Belum Dapat Bantuan

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar para warga korban banjir Kaliwungu semua tersentuh bantuan, termasuk makan sehari tiga kali dan layanan kesehatan. Sehingga korban banjir tidak ada yang kelaparan dan tetap sehat di tengah musibah,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ada seorang warga korban banjir warga Dukuh Tuang, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus berjualan di tengah banjir. Ia mengaku tetap berjualan di teras rumah yang kebanjiran setinggi sepaha, agar tetap dapat penghasilan. Sebab selama kebanjiran ia dan keluarganya tidak pernah tersentuh bantuan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER