31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda Ekonomi Cukai Rokok Naik...

Cukai Rokok Naik 12,5 Persen, Bea Cukai Kudus Perketat Penindakan Rokok Ilegal

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menetapkan kebijakan menaikkan tarif cukai hasil tembakau tahun 2021. Tarif cukai rokok sejak 1 Februari 2021 naik 12,5 persen. Dengan naiknya cukai rokok, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Kudus pun meningkatkan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.

Kepala KPPBC TMC Gatot Sugeng Widodo mengatakan, pihaknya mulai awal tahun sudah gencar melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Bahkan tuturnya, di awal tahun 2021 selama dua bulan ini pihaknya sudah melakukan penindakan peredaran rokok ilegal sebanyak 14 kali. Menurutnya, penindakan itu meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Rokok ilegal hasil penindakan Bea Cukai Kudus selama Januari-Februari. Foto: Rabu Sipan.

“Penindakan itu lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya sembilan penindakan dalam kurun waktu yang sama,” ujar pria yang akrab disapa Gatot kepada awak media, Kamis (35/2/2021).

Baca juga: Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Ke Sumatera Senilai Rp 3,8 Miliar

Dia mengatakan, 14 penindakan peredaran rokok ilegal itu dilakukan di berbagai lokasi. Namun, yang paling banyak rokok ilegal itu berasal dari Kabupaten Jepara. Bahkan menurutnya, rokok ilegal yang ditindak itu 90 persen berasal dari Kota Ukir. Sedangkan sisanya dari daerah lain di Karesidenan Pati.

“Dulu di Jepara itu rokok ilegal terpusat di Kecamatan Kalinyamatan, namun sekarang sudah mulai menyebar di berbagai kecamatan di Jepara,” bebernya.

Dia mengungkapkan, selama dua bulan tersebut pihaknya mengamankan rokok sebanyak 1.178.536 batang, dengan nilai barang Rp 1.202.106.720. sedangkan potensi kerungian ratusan juta rupiah.

“Dari 14 penindakan peredaran rokok ilegal selama dua bulan tersebut, potensi kerugian sekitar Rp 789.999.252,” ungkapnya.

Baca juga: Bea Cukai Kudus Ungkap Modus Pengiriman Rokok Ilegal Gunakan Kontainer

Dia mengatakan, dengan naiknya cukai rokok, kemungkinan peredaran rokok ilegal akan makin marak. Sebab, dengan naiknya harga cukai pasti juga dibarengi harga rokok yang semakin mahal. Celah tersebut yang akan dimanfaatkan pelaku usaha rokok ilegal yang menyasar konsumen berpenghasilan rendah.

“Semakin mahal harga rokok, masyarakat berpenghasilan rendah pun akan cari alternatif rokok lain. Lha itu yang dimanfaatkan para pelaku usaha rokok ilegal. Oleh sebab itu kami akan bekerja keras menindak peredaran rokok ilegal,” ungkapnya.

Dia menuturkan, meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal tersebut merupakan masuk dalam program kerja tahun 2021 KPPBC TMC Kudus. Selain itu, pihaknya juga mendorong pelaku usaha industri kecil dan menengah untuk memanfaatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) industri kecil menengah (IKM)

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler