31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda Daerah Pati Produknya Sempat Ditolak...

Produknya Sempat Ditolak Sana-Sini, Kini Truk Oleng Buatan Jumadi Banjir Pesanan

BETANEWS.ID, PATI – Tumpukan limbah kayu dari sisa produksi perusahaan elektronik nampak tersusun rapi di teras halaman sebuah rumah di Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Beberapa orang terlihat sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang sedang memotong pola dan ada pula yang sedang menyemprotkan cat dasar ke miniatur truk yang baru setengah jadi.

Satu di antara pekerja tersebut adalah Jumadi (45), yang merupakan pemilik dari usaha kerajinan miniatur truk. Di sela aktivitasnya, Jumadi sudi berbagi cerita tentang usahanya tersebut.

Ditempat usaha ini, Jumadi menyebut, setiap harinya ratusan miniatur truk dan meja belajar diproduksi. Uniknya, miniatur truk dan meja belajar itu dibuat dari bahan limbah kayu sisa produksi boks sound sistem dari perusahaan elektronik kenamaan yang ada di Kudus.

Jumadi menunjukkan miniatur truk dan meja belajar buatannya. Foto: Kholistiono

Baca juga : Viral dan Banyak Dicari, Miniatur Truk Oleng Buatan Riman Banjir Orderan

Saat ini, miniatur truk dan meja belajar buatanya tersebut sudah banyak diminati. Permintaanpun semakin meningkat. Bahkan produksinya banyak dipesan sampai luar kabupaten.

Menurut Jumadi, untuk sekarang ini, permintaan miniatur truk yang sedang meningkat. Bahkan saking banyaknya pesanan, pihaknya sampai kualahan memenuhi permintaan.

“Kalau awal-awal new normal kemarin yang booming adalah meja belajar mini, tapi sekarang permintaanya menurun, mungkin sudah banyak yang punya. Sekarang ini ganti mainan truk oleng yang lagi musim,” kata Jumadi.

Setiap harinya, Jumadi mengaku bisa memproduksi 100-150 unit untuk pembuatan miniatur truk. Sementara untuk meja belajar mini, setiap harinya bisa memproduksi hingga 200 unit.

“Karena yang sedang musim mainan truk oleng, jadi saat ini kita fokus ke buat mainan dulu. Untuk meja belajar karena sedang lesu, produksinya kita kurangi sesuai permintaan saja,” ungkapnya.

Jumadi mengaku sempat jatuh bangun dalam merintis usaha ini. Bahkan awal-awal membangun usaha ini dirinya harus rela nelangsa. Karena uang modal usahanya dibawa kabur oleh patner kerjanya. Namun dengan kepercayaan dan kerja kerasnya, Jumadi bisa meneruskan dan membangun usaha ini sampai sekarang.

“Awalnya itu saya hanya tanam modal ke teman yang menjalankan usaha ini. Tapi di tengah perjalanan uang modal semua dibawa kabur,” keluh Jumadi.

Baca juga : Pot Cantik dari Limbah Kayu Karya Iwan Digandrungi Pecinta Tanaman Kaktus

Dengan bahan baku seadanya yang tersisa, Jumadi akhirnya memutuskan untuk meneruskan usaha itu sendiri. Dan saat ini dirinya sudah bisa merasakan hasil dari kerja kerasnya itu. Usahanya, kini sudah menjadi maju, permintaan pesanan produksi dari hari ke hari semakin meningkat.

Bahkan dari hanya bisa memperkejakan delapan karyawan, sekarang pekerjanya semakin banyak sampai 20 orang.

“Semua ada hikmahnya. Semula memang harus jatuh bangun, barang produksi ditolak di sana-sini. Tapi sekarang Alhamdulilah, produksi kita sudah masuk swalayan dan toko-toko di wilayah Jawa Tengah, mulai dari Pemalang sampai Blora kita yang pasok barang,” ucap Jumadi.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler