BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk mengantisipasi membeludaknya pelayat atau tamu dari luar Kudus yang ingin menghadiri pemakaman jenazah Habib Ja’far Alkaf, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah berkoordinasi dengan pihak TNI, kepolisian, Dishub, Banser maupun pihak terkait lainnya.
Dalam hal ini, di perbatasan masuk Kabupaten Kudus ditempatkan petugas untuk melakukan sweeping kepada tamu yang masuk ke Kudus. Bagi tamu yang tidak berkepentingan akan disuruh putar balik.
“Kita telah meminta bantuan dari Polres Pati, Jepara dan Demak terkait dengan check point di perbatasan. Ini sebagai langkah untuk mengurai, agar tidak ada kerumunan pelayat,” ujar HM Hartopo, Plt Bupati Kudus.
Dirinya mengatakan, untuk tamu atau pelayat, juga akan melalui beberapa tahapan. Bagi yang tidak merupakan keluarga atau mendapatkan izin dari keluarga almarhum, maka tidak diperkenankan untuk masuk.
Hartopo juga menyampaikan, jika pihaknya tadi malam sudah melakukan koordinasi dengan keluarga almarhum, dan dari pihak keluarga sudah memasrahkan kepada tim Covid-19 Kabupaten Kudus.
Baca juga : Tingkah Nyeleneh Habib Ja’far, Beri Kacang Hijau dan Kelilingi Rumah Ganjar Dinihari
“Dari pihak keluarga juga sudah mengimbau melalui video, yang kemudian disebarkan melalui media sosial, agar masyarakat yang ingin melayat, cukup mendoakan dari rumah masing-masing,” ungkapnya.
Lanjutnya, pembatasan terhadap pelayat tersebut, menurutnya sebagai bentuk antisipasi agar Kudus jadi lautan pelayat. Apalagi, saat ini masih dalam kondisi pandemi, sehingga rawan terhadap penyebaran Covid-19.
“Bib Ja’far merupakan tokoh yang sudah dikenal secara nasional, bahkan di luar nasional. Tentu, banyak warga yang ingin menghadiri pemakaman beliu. Namun, tentu kita perlu antisipasi, karena kondisinya masih pandemi,” pungkasnya.
Untuk diketahui Habib Ja’far meninggal pada Jumat (1/1/2021) di Samarinda, Kalimantan Timur. Jenazahnya dimakamkan di kediamannya di Kudus pada Sabtu (2/1/2021).
Habib Ja’far Alkaf merupakan ulama kharismatik yang telah malang melintang di Indonesia. Ia dikenal sebagai wali yang memiliki maqom majdub dan sering melakukan aktifitas nyleneh atau dikenal dengan sifat jadzab.
Editor : Kholistiono

