BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku memiliki banyak kenangan bersama dengan Habib Ja’far Alkaf semasa hidup. Banyak tingkah lakunya dianggap nyeleneh (jadzab), di antaranya memberi Ganjar kacang hijau untuk ditabur di sekeliling rumahnya, dan pernah mengatakan mengelilingi rumahnya saat dinihari.
“Beliau (Habib Ja’far) itu pernah mengatakan pada saya, pak Gub saya itu sering mengelilingi rumah njenengan, rumah Kapolda, Pangdam pada pukul 02.00 dinihari. Saya tanya, lha buat apa Bib, beliau jawab ya biar aman saja,” kenang Ganjar.
Habib Ja’far memang ulama kharismatik yang dikenal memiliki maqom majdzub. Tingkah lakunya banyak dinilai sebagian masyarakat awam cukup nyeleneh. Ganjar mengakui, bahwa dalam pergaulan sehari-hari, Habib Ja’far penuh dengan simbol-simbol.
Ganjar juga mengatakan, pernah suatu hari sowan ke Habib Ja’far dan pulang diberi hadiah kacang hijau. Saat itu, Habib memintanya menaburkan kacang hijau itu di halaman rumah Ganjar.
Baca juga: Habib Ja’far Wafat, Ganjar: ‘Beliau Selalu Ajarkan Cinta Tanah Air’
“Saya sampai sekarang tidak mengerti maksud kacang hijau itu apa. Ya, beliau memang penuh simbol-simbol. Namun dibalik sifatnya yang mungkin orang melihat nyleneh, seperti anak kecil, namun beliau memiliki karomah luar biasa. Itulah kenapa banyak sekali masyarakat sampai pejabat yang ingin sowan dengan beliau,” terangnya.
Ganjar Diberi Sayap Ayam Habib Ja’far
Selain memberinya kacang hijau yang hingga kini belum tahu maksudnya, Ganjar juga memiliki kenangan lain. Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengatakan, pernah makan bersama Habib Ja’far bersama jajaran Forkompimda, dan mendapat perilaku nyeleneh Habib Ja’far yang penuh misteri.
“Pernah satu kali kami makan bersama (Habib Ja’far). Beliau memotong bagian-bagian tertentu. Misalnya kepala, sayap, ceker dan dibagi-bagi pada kami. Beliau memberikan bagian itu sambil bilang, ini buat kamu kepala supaya bisa berpikir, kamu sayap biar bisa terbang kemana-mana, nah kamu ceker supaya bisa eker-eker rejeki. Saat itu saya dapat bagian sayap, entah apa maksudnya,” ucapnya.
Begitupula saat makan buah-buahan. Ketika Ganjar hendak mengambil buah anggur, Habib Ja’far melarangnya. Ia meminta Ganjar untuk memakan buah jeruk yang ada.
Baca juga: KH Arwani Amin, Sang Penjaga Wahyu dari Kudus
“Ojo anggur, mengko ndak nganggur (jangan anggur, nanti jadi pengangguran). Jeruk saja, iki artine rejekine dikeruk (rejekinya banyak),” katanya.
Habib Ja’far dikabarkan meninggal pada Jumat (1/1/2021) di Samarinda, Kalimantan Timur. Jenazahnya rencananya akan dimakamkan di kediamannya di Kudus pada Sabtu (2/1/2021).
Habib Ja’far Alkaf merupakan ulama kharismatik yang telah malang melintang di Indonesia. Ia dikenal sebagai wali yang memiliki maqom majdub dan sering melakukan aktifitas nyleneh atau dikenal dengan sifat jadzab.
Dalam penampilannya sehari-hari, Habib Ja’far selalu nyentrik dengan rambut gondrong, pakaian sederhana, sandal jepit dan kopiah hitam. Salah satu hal aneh yang pernah dilakukan Habib Ja’far adalah membuang uang ratusan juta rupiah ke lautan.
Editor: Suwoko

