Meski Proses Produksi Rumit, Usaha Bibit Jamur Untungnya Menggiurkan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu di ruang tamu rumah terlihat Harmoko (29) pemilik dari Djavas Mushroom sedang melayani pelanggannya. Di atas meja tampak berjajar puluhan botol. Botol – botol tersebut terlihat ada yang berisi jagung, yang sebagian warnanya sudah memutih. Serta ada juga yang sudah full putih warnanya. Di dalam botol tersebut adalah bibit jamur yang diklaim oleh Harmoko usaha bibit jamur sangat menguntungkan.

Seusai melayani pelanggan, pria yang tercatat sebagai warga Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut menuturkan, setahun terkahir ini Djavas Mushroom selain produksi dan menjual baglog media tanam jamur tiram, juga produksi bibit jamur tiram putih dan coklat serta bibit jamur kuping. Menurutnya, usaha produksi bibit jamur itu sangat menjanjikan dan lebih menguntungkan.

Harmoko menunjukkan tempat produksi jamur kepada calon pembeli. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Gagal Berulang hingga Habiskan 1 Kuintal Jagung, Iringi Kisah Harmoko Rintis Pembibitan Jamur

-Advertisement-

“Usaha bibit jamur memang lebih menguntungkan. Modal bahannya sangat murah, sedangkan peminatnya sangat banyak,” ujar Harmoko kepada Betanews.id, Selasa (12/1/2020).

Pria yang sudah dikaruniai satu anak tersebut mengatakan, memproduksi bibit jamur mulai dari F0, F1 dan F2. Menurutnya, modal usaha pembuatan bibit jamur tersebut yang paling besar di pembelian alatnya bernama auto clave. Dia mengaku merogoh kocek hingga Rp 5 juta untuk membeli alat tersebut. Sedangkan media bahan bibit jamur harganya relatif sangat murah.

Lebih lanjut kata dia, untuk membuat bibit jamur F1 dan F2 ia menggunakan berbagai media dengan harga yang murah dan mudah didapat di pasaran. Di antaranya jagung utuh, kemudian ada jagung utuh yang dimix sama serbuk gergaji. Lalu jagung giling dimix dengan serbuk gergaji, serta pakai media gabah. Media tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol kaca.

“Kalau dikalkulasi sebotol bibit tersebut modalnya murah sekali. Sedangkan kalau sudah jadi bibit jamur F1 bisa laku dijual Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu per botol. Sedangkan yang F2 harganya mulai Rp 7 ribu sampai Rp 9 ribu perbotol,” terangnya.
Sedangkan media yang digunakan untuk membuat F0 dia mengaku menggunakan bahan agar – agar, kentang dan dektros (sejenis gula). Harga jual yang dipatok untuk bibit F0 ini lebih mahal yakni mulia Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per botol. Meski sangat menguntungkan, usaha pembuatan bibit jamur tidaklah mudah. Butuh kesabaran, ketelitian dan steril, salah sedikit dalam prosesnya dijamin bibit jamur gagal.

“Selain itu proses pembuatannya pun tidak bisa langsung jadi. Apalagi untuk bibit F0, prosesnya jelimet dan butuh waktu lebih lama. Tingkat sterilisasinya juga harus benar – benar steril. Sehingga memang para petani jamur tidak banyak yang bisa membikin bibit sendiri. Oleh sebab itu usaha produksi bibit jamur ini pasarnya masih terbuka lebar,” ungkap pria yang saat ini berdomisili di Desa Loram Wetan, Jati, Kudus.

Baca juga : Permintaan Tinggi, Ide Harmoko Rintis Budi Daya Jamur Tiram Kini Makin Sukses

Dia mengatakan, proses pembuatan bibit jamur yakni berurutan. Dari satu botol bibit jamur F0 diturunkan jadi 40 botol F1, sedangkan satu botol F1 diturunkan lagi jadi 40 botol F2. Bibit yang terakhir itulah yang dijual kepada para pemilik usaha baglog maupun para petani jamur. Menurutnya, bibit jamurnya tersebut sangat laris. Pelanggannya dari Pulau Jawa hingga, pulau seberang.

“Karena usaha saya ini masih sampingan, saya hanya bisa produksi sepekan sekali setiap libur kerja. Dengan kapasitas produksi antara 100 sampai 120 botol bibit jamur. Bibit jamur yang baru saya angkat dari mesin penyeteril ini saja sudah bookingan semua mas, alias sold out,” ungkapnya sambil promosi bagi yang ingin pesan atau beli bibit jamur tiram dan kuping, bisa hubungi ke nomer WA 0856-4154-4969.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER