IPM Kudus Tetap Tumbuh di Masa Pandemi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah pandemi Covid-19, pembangunan manusia Kabupaten Kudus tahun 2020 tetap mampu tumbuh. Hal ini dapat dilihat dari nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kudus tahun 2020 sebesar 75,00 atau naik sebesar 0,06 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Rahmadi Agus Santosa (55), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mengatakan, dari sisi kesehatan, bayi yang lahir pada tahun 2020 memiliki harapan hidup hingga 76,60 tahun. Lebih lama 0,1 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Baca juga : Angka Kemiskinan di Kudus Tahun 2020 Naik 7,31 Persen

-Advertisement-

Sedangkan dari sisi pendidikan, pada tahun 2020, anak-anak usia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,23 tahun atau meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun 2019. Selain itu, penduduk umur 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,75 tahun, atau SMP Kelas 2. Meningkat 0,12 tahun dibandingkan tahun lalu.

“Tingkat harapan hidup akan meningkat seiring meningkatnya tingkat kualitas kesehatan, perekonomian dan akses. Tingkat pendidikan juga sama, dengan program wajib belajar 9 tahun juga berpengaruh meningkatkan tingkat pendidikan,” katanya, Selasa (5/1/2021).

Di antara Kabupaten di Eks Karisedanan Pati, Kabupaten Kudus menjadi kabupaten yang memiliki IPM tertinggi.

Ia katakan, Indeks Pembangunan Manusia dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life). Pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living).

IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan melalui standarisasi nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks.

“IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan manusia dalam jangka panjang. Maka dari itu perlu difokuskan pada dua aspek, yaitu kecepatan dan status pencapaian indeks”, jelasnya.

Baca juga : 62,62 Persen Warga Kudus Belum Terdata di Sensus Penduduk 2020

Ia juga menambahkan, berbeda dengan dari sisi kesehatan dan pendidikan, indeks pengeluaran pada tahun 2020 mengalami penurunan. Rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan mengalami penurunan jika dibanding tahun lalu. Pada tahun 2019 sebesar Rp 11.318.000 menjadi Rp 11.160.000 di tahun 2020.

“Penurunan tingkat pengeluaran tentu terpengaruh adanya dampak Covid-19, terutama dibagian industrinya. Kota yang hasil pendapatannya dari industri dan jasa, biasanya terdampak signifikan,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER