31 C
Kudus
Sabtu, Januari 23, 2021
Beranda UMKM Harga Kedelai Impor...

Harga Kedelai Impor Melambung Tinggi, Pengusaha Tahu di Kudus Pilih Bertahan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak asap mengepul dari beberapa bangunan. Di dalam bangunan tersebut terlihat beberapa pria sibuk dengan pekerjaan masing – masing. Ada yang memasukan kedelai ke dalam mesin selep, serta ada yang sedang mencetak tahu. Meski harga kedelai impor melambung, pengusaha tahu di Kudus memutuskan untuk tetap produksi.

Ditemui di kediamannya, Ketua Paguyuban Pengusaha Tahu Desa Ploso Edi Kiswanto menuturkan, sejak tiga pekan lalu, harga kedelai impor naik drastis. Menurutnya, pada akhir tahun harga kedelai impor itu memang sering naik. Namun, kenaikannya tidak seperti tahun ini yang sangat signifikan. Hingga membuat pusing para pengusaha tahu di Kudus.

Baca juga : Produksi Tempe Super, Jadi Solusi Ekonomi Mantan TKI di Kala Pandemi

“Kami itu maklum ya, setiap akhir tahun harga kedelai impor itu pasti naik. Tapi naiknya tidak banyak, naiknya itu biasanya antara Rp 500 sampai Rp 700 per kilogram. Namun, saat ini naiknya sangat signifikan, yakni sekitar Rp 3 ribu per kilogram,” ujar pria yang akrab disapa Kis kepada Betanews.id, Rabu (6/1/2020).

Pria yang juga pemilik usaha produksi tahu bernama Kembang Kedelai mengatakan, kenaikan harga kedelai saat ini mencapai 30 sampai 40 persen. Tutur dia, sebelumnya harga kedelai masih diangka Rp 6 ribu per kilogram, sedangkan sejak tiga pekan yang lalu hingga sekarang harga kedelai naik jadi Rp 9.200 per kilogram. Karena kenaikan harga tersebut, dia bersama pengusaha tahu lainnya mencari solusi dan alternatif.

Lebih lanjut kata dia, alternatif dan solusi tersebut dicari agar para pengusaha tahu tidak mogok, serta tetap mau berproduksi tapi tidak merugi akibat dari harga kedelai yang naik. Sebab, kalau mogok, pihak pengusaha tahu sendiri nanti yang rugi ditinggal para pelanggan. Oleh karena itu, para pengusaha tahu di desanya yang berjumlah lebih dari 20 orang sepakat untuk menaikan harga jual tahu. Dengan harapan, para konsumen bisa mengerti dan permintaan tahu tetap tinggi.

“Sejak sepekan, harga jual tahu dengan terpaksa kami naikkan jadi Rp 26 ribu per papan. Harga tersebut naik Rp 2 ribu dari harga sebelumnya yakni Rp 24 ribu per papan, berisi sekitar 50 potong tahu,” ujarnya.

Dia mengatakan, meski harga jual tahu naik, dia bersyukur permintaan tahu tetap tinggi. Dia dan para pengusaha tahu lainnya produksi tahunya tetap stabil. Kalau pun ada teman sesama pengusaha tahu yang produksi tahunya turun itu jumlahnya sedikit, serta masih dalam batas kewajaran.

Baca juga : Utamakan Rasa, Puluhan Tahun Zumrotun Pertahankan Tempe Bungkus Daun Jati

Dia berharap, pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga kedelai impor. Sebab, menurutnya kedelai impor merupakan andalan bagi para pengusaha tahu. Tahu juga merupakan makanan semua kalangan, dari yang miskin dan kaya semua mengkonsumsi tahu. Kalau harga kedelai impor mahal, nanti yang dirugikan adalah konsumen. Sebab mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk sebuah tahu.

“Harapan kami harga kedelai impor ini secepatnya turun dan stabil. Biar kami bisa lancar produksi tahu. Masyarakat atau konsumen pun tidak harus membayar mahal untuk menikmati gurihnya tahu,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler