31 C
Kudus
Senin, Maret 1, 2021
Beranda Jateng Ganjar: ‘Jika Sistem...

Ganjar: ‘Jika Sistem dan Administrasi Disederhanakan, Vaksinasi Bisa Lebih Cepat’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kota Semarang yang sedang melakukan vaksinasi, Senin (18/1/2021). Selain memberikan semangat kepada tenaga kesehatan, Ganjar juga mengecek kesiapan fasilitas kesehatan itu apabila dilakukan percepatan vaksinasi.

Sejumlah fasilitas kesehatan yang dikunjungi Ganjar adalah Puskesmas Kagok, RSND Undip, Puskesmas Rowosari, dan RS Bhakti Wira Tamtama Kota Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar menyapa sejumlah tenaga kesehatan yang sedang melaksanakan vaksinasi.

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat vaksinasi nakes di sejumlah titik. Foto: Ist.

“Semangat ya, nggak terasa apa-apa, kan? Semoga panjenengan semua sehat,” sapa Ganjar setiap bertemu tenaga kesehatan yang divaksin.

- Ads Banner -

Salah satu tenaga kesehatan yang divaksin, Andika Gunadharma mengaku sangat bangga mendapat support langsung dari Ganjar. Dukungan itu menurutnya sangat berarti dan membuat semangat semakin meninggi.

Baca juga: Dinkes Jateng Targetkan Vaksinasi Nakes Selesai Pertengahan Februari

“Senang sekali didatangi Pak Gubernur, apalagi diberi semangat. Semoga ikhtiar ini bisa membuat semua teman-teman Nakes sehat dan bisa melaksanakan tugasnya menolong masyarakat melawan Covid-19,” katanya.

Ganjar sendiri menegaskan, proses vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan di Jateng berjalan lancar. Hanya saja, Ganjar melihat masih ada hal yang harus dievaluasi, yakni lamanya proses vaksinasi berlangsung.

“Sebenarnya ini bisa dilakukan percepatan-percepatan. Misalnya sistemnya bisa lebih disederhanakan, pengisian administrasinya bisa disederhanakan agar bisa lebih cepat,” ucapnya.

Memang saat ini, lanjut Ganjar, sistem hanya membatasi 45 orang divaksin di satu lokasi dalam sehari. Namun, kebijakan terbaru dari Kemenkes, layanan kesehatan boleh melakukan penambahan, yakni 50 orang untuk Puskesmas dan 200 orang di rumah sakit.

“Tinggal nanti dari daerah dan pusat menyesuaikan saja datanya. Maka kalau ada 500.000 data yang segera disampaikan dari pusat ke seluruh daerah, saya minta verifikasinya bisa dipercepat,” jelasnya.

Baca juga: Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Ganjar: ‘Rasanya Seperti Dicokot Semut’

Menurut Ganjar, sistem yang dipakai saat ini dinilai terlalu rigid. Maka, dia mengusulkan ada langkah-langkah yang diambil, misalnya menyiasati dengan data manual atau cara lainnya yang lebih praktis.

“Bisa tidak disiasati, misalnya kita terima manual dulu terus diinput ke data pusat, mungkin tidak dengan exel cukup, lalu diinput agar datanya kredibel tapi tidak mengganggu proses percepatannya,” terangnya.

Dari hasil pengecekannya, Ganjar menegaskan secara sarana prasarana seluruh faskes tersebut bisa didorong untuk melakukan percepatan. Sumber daya manusia sebagai vaksinator juga sudah ada dan semua siap bertugas.

Dengan percepatan itu, maka target awal vaksinasi tahap pertama untuk Nakes selesai akhir Februari, Ganjar menargetkan awal Februaruari atau paling lambat pertengahan Februari semuanya sudah selesai.

“Semuanya bisa untuk dilakukan itu (percepatan). Saya tanya dokter kalau sehari nyuntik 60 orang katanya juga masih oke, karena vaksinasi ini sama dengan imunisasi lainnya. Artinya sebenarnya ini bisa dipercepat, agar semua Nakes kita lebih cepat divaksin dan mereka bekerja dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

28,620FansSuka
14,316PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
29,350PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler