31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Awalnya Rela Kerja Serabutan untuk Bantu Suami, Agnes Temukan Ladang Rezeki di Laundry

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara dengung setrika uap terdengar di sebuah ruangan rumah Gang 10, Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Setrika tersebut terlihat dipegang seorang perempuan untuk merapikan aneka jenis pakaian. Sesekali perempuan tersebut melihat mesin cuci yang di dalamnya penuh cucian. Setelah mesin cuci berhenti berputar, perempuan itu pun bergegas mengeluarkan cuciannya dan menjemurnya. Perempuan tersebut yakni Agnes Melinda (29) pemilik Agnes Laundry.

Seusai menjemur, dia pun melanjutkan menyetrika tumpukan baju. Di sela-sela pekerjaannya itu, Agnes sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai merintis usaha laundry sejak lima tahun yang lalu. Menurutnya, sebelum punya usaha laundry, demi membantu ekonomi keluarga ia pun rela bekerja serabutan.

Agnes sedang menyuci pakaian milik pelanggannya di Agnes Laundry. Foto: Rabu Sipan

“Dulu suami saya bekeja jadi kuli bangunan. Saya sadar gaji suami tidak seberapa, jadi saya pun berinisiatif bekerja apa pun yang penting halal,” ujar Agnes kepada Betanews.id, Selasa (26/1/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Cuci Pakaian di Agnes Laundry Tiga Jam Siap Kirim, Gratis Ongkir ke Seluruh Kudus

Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak tersebut menambahkan, sebelum punya usaha laundry, ia pernah bekerja di berbagai bidang. Mulai dari sales promotion girl (SPG), jualan jus, kerja di bordir, konveksi, serta laundry. Menurutnya, dari berbagai kerjaan yang pernah ia lakoni tersebut, ia menemukan ide untuk merintis usaha sendiri yakni usaha laundry, sama persis dengan pekerjaan terakhir yang ia tekuni.

Namun, merintis usaha laundry yang ditekuninya itu tidak serta merta didapatkannya sewaktu bekerja. Inisiatif datang saat ia berkunjung ke rumah tantenya yang tinggal di Surabaya. Di Kota Pahlawan itu, tantenya yang punya usaha laundry memberi tahu secara detail usaha tersebut.

Ia diberi tahu oleh tantenya tentang usaha laundry dari modal awal dan keuntungan yang didapat. Menurutnya, dari situlah awal ketertarikan merintis usaha laundry. Sebab selama ini ia bisa mengerjakannya tapi  belum paham secara pasti modal dan keuntungannya.

“Awal merintis usaha ya kayak tak sengaja begitu. Saat itu saya dibelikan suami mesin cuci untuk pribadi dan digunakan sendiri. Lha dari situ saya kepikiran, dari pada saya gunakan sendiri mending saya bikin usaha laundry sekalian,” ungkapnya.

Dia mengatakan, karena keterbatasan modal ia pun mengaku tidak mencari lokasi di tepi jalan raya untuk usahanya tersebut. Dia hanya memanfaatkan ruangan keluarga dan ruang tamu rumahnya untuk bekerja meski rumahnya berada di dalam gang. Dia pun yakin setiap orang berusaha pasti rezeki akan datang. Oleh sebab itu, untuk mempromosikan usahanya itu ia mengaku mengandalkan media sosial Facebook miliknya.

Baca juga: Bosan Jadi Karyawan, Johan Nekat Jualan Parfum Laundry yang Kini Makin Laris

Alhamdulillah sangat membantu. Sekarang pelanggan sudah lumayan banyak. Selain orang Undaan, ada juga orang Jati, Kaliwungu, Mejobo bahkan sampai Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo,” ungkapnya.

Dia menuturkan, menerima jasa laundry untuk semua jenis pakaian. Selain itu juga menerima cuci helm, sepatu boneka, korden, karpet, selimut tebal, gaun dan lain sebagainya. Untuk harga tuturnya ditarif bervariasi mulai dari Rp 2 ribu perkilogram hingga Rp 40 ribu per buah. Dengan estimasi waktu jadi dan siap antar selama dua hari. Itu untuk yang reguler, kalau yang kilat hitungan jam sudah jadi dan bisa ditunggu.

“Saya berharap usaha Agnes Laundry makin lancar, dan makin dipercaya para pelanggan,” harap Agnes mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER