31 C
Kudus
Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Kudus 5 Kali Kebanjiran...

5 Kali Kebanjiran dalam 2 Bulan, Warga Jati Mengaku Hanya Sekali Terima Bantuan

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir yang melanda Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus sejak Selasa (19/1/2021) belum juga surut, Rabu (20/1/2021). Meski tergenang banjir, sejumlah warga terlihat tetap beraktivitas seperti biasa. Cuaca yang cukup terik siang itu dimanfaatkan warga untuk menjemur pakaian atau perabotan lain yang basah.

Ditemui saat memilih cucian yang sudah kering, Munifah (65) warga Desa Jati Wetan RT 5 RW 3 mengatakan, dalam rentang dua bulan ini, banjir sudah lima kali melanda desanya. Bahkan, desanya itu masuk dalam daerah langganan banjir di setiap tahunnya.

“Banjir sudah biasa. Ini sudah kelima kali. Biasanya kalau banjir biasa cukup menggenangi teras rumah, tapi kalau pas hujan deras bisa sampai ruang tamu. Tingginya ya bisa nyampe paha (orang dewasa),” jelas perempuan tersebut sambil menunjukkan banjir yang merendam rumahnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Takut Kena Corona, Warga Jati Ogah Ngungsi Meski Banjir Rendam Rumah

Meski sudah menjadi hal wajar, Munifah menghitung hanya sekali ia dan para tetangganya menerima bantuan dari pemerintah desa. Bantuan itu berupa beras, gula, mi instan, telur, dan minyak.

“Iya pernah ada bantuan, tapi cuma satu kali. Ya bantuannya beras, telur, sarimi, minyak,” jelasnya kepada betanews.id.

Di tempat lain, Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah menyalurkan 2.600 kilogram beras kepada 523 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir dengan masing-masing KK menerima jatah 5 kilogram beras. Semua bantuan itu, merupakan sumbangan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus.

“Padahal awalnya saya ngajuin 800 KK,  tapi yang dapat 523 KK dan semua bantuan sudah disalurkan,” jelas lelaki tersebut.

Baca juga: Mejobo Banjir Lagi, Warga Jengah Rumahnya Selalu Terendam Saat Curah Hujan Tinggi

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan pengungsian yang berada di aula balai desa. Namun, sampai sekarang belum ada warga yang mau mengungsi. Sampai saat ini, banjir yang melanda desanya itu telah merendam 167 rumah yang ditempati 201 Kepala Keluarga dengan total 579 jiwa.

“Selama dua belas tahun hanya sekali nihil (tidak banjir), yaitu tahun 2019-2020,” tuntasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

28,620FansSuka
14,316PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
29,350PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler