31 C
Kudus
Selasa, Januari 26, 2021
Beranda UMKM Warga Sedulur Sikep...

Warga Sedulur Sikep Olah Sampah Plastik jadi Paving Block Berkualitas

BETANEWS.ID, KUDUS – Asap hitam mengepul saat seorang pria membakar tumpukan plastik di halaman rumahnya yang berada di Dukuh Kaliyoso, RT 5 RW 6, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus. Sambil membakar sampah plastik, pria bernama Gunondo itu berbagi cerita kepada betanews.id tentang usaha tersebut. Berawal dari keresahannya melihat dan mendengar pemberitaan tentang sampah plastik, ia dan dua temannya kemudian memiliki ide untuk mengolah sampah plastik.

Dimulai sejak 2018, mereka mengolah sampah plastik menjadi paving block dengan alat seadanya. Alat yang mereka gunakan yakni pola paving, alas pembakar dan pres yang semua terbuat dari besi. Dengan alat ala kadarnya itu, dalam sehari Gunondo bisa memproduksi paling banyak 25 paving block.

Proses pembuatan paving block dari bahan dasar sampah plastik. Foto : Ahmad Rosyidi

Baca juga : Sudah Uji Lab, Paving Produksi UD Noor Jaya Kualitasnya Tak Perlu Diragukan

“Sehari maksimal 25 paving, itu pun sehari penuh dan bahan juga sudah kering siap diolah. Kalau bahan basah belum siap diolah ya lebih lama prosesnya,” katanya saat ditemui betanews.id beberapa hari yang lalu.

Dia berani menjamin, kekuatan dan ketahanan paving block yang terbuat dari plastik itu. Menurut Gunondo, kualitasnya lebih kuat jika dibandingkan paving block yang terbuat dari bahan baku pasir.

“Kalau soal kekuatan saya berani jamin, pasti kuat yang dari plastik jika dibandingkan paving dari pasir. Keunggulan paving ini ya lebih kuat dan bisa mengurangi sampah plastik,” jelas warga Sedulur Sikep itu.

Paving block tersebut ia jual ecer dengan harga Rp 7 ribu per paving. Dirinya juga merinci modal pembuatan. Jika membeli sampah plastik kiloan, harga 1 kilogram sampah plastik Rp 2.500 dan satu paving block membutuhkan sekitar 1,2 kilogram plastik.

“Kalau beli, plastik 1 kilo harganya Rp 2.500. Dan satu paving membutuhkan 1,2 kilo. Kalau saya jual kisaran Rp 7 ribu satunya,” terangnya.

Baca juga : Disaingi Bata Ringan, Burngawi Resah Bata Merahnya Susah Laku

Sampah plastik yang terbakar mulai tampak meleleh, Gunondo bergegas mengambil sampah plastik dan menambahkan. Melanjutkan ceritanya, ia mangaku mendapat bahan baku dari tetangga-tetangganya. Dirinya melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar warga mengumpulkan sampah plastik.

“Saya melakukan sosialisasi kepada warga, agar mengumpulkan sampah plastik dan nanti akan saya beli. Daripada dibuang ke kali malah menyebabkan banjir,” tambahnya sambil mengaduk sampah plastik yang sudah meleleh.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler