BETANEWS.ID, KUDUS – Suara musik terdengar dari sebuah kafe di tepi Jalan DR Wahidin Sudiro Husoda, Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tepatnya sebelah timur Jembatan Tegalarum. Di dalam tempat itu, tampak seorang perempuan sedang menyiapkan minuman dalam gelas. Ia adalah Merita Putri Septia (26) pemilik dari Kopi Putut.
Seusai mengantarkan minuman kepada pelanggan, perempuan yang akrab disapa Tata itu sudi berbagi kisah tentang usahanya yang punya andalan kopi mocktail. Ide awal memilih kopi mocktail lantaran di Kudus sudah menjamur kafe yang punya menu kopi susu. Sehingga dirinya ingin kafenya punya unggulan yang tak banyak dipunyai tempat lain.

Anak pertama dari dua bersaudara itu mengatakan, dengan menyajikan aneka menu kopi mocktail, Kopi Putut bisa jadi alternatif bagi mereka yang suka nongkrong sambil menikmati minuman kopi dengan cita rasa berbeda pada umumnya. Sebab, kopi mocktail adalah kopi coldbrew yang dicampur dengan jus buah, tonigh water, sirup perasa, dan es batu kemudian di-shake. Untuk topingnya kemudian dikasih garnis.
Baca juga: Rintis Kafe Rooftop Nol Kopi, Biyan Ingin Jadi Pebisnis Muda yang Sukses
“Kopi mocktail ini kopinya tidak terlalu berat, ya. Penyajiannya dingin jadi lebih segar, dan tidak bikin enek. Hal itu tentu sangat berbeda dengan aneka menu kopi susu,” beber perempuan lulusan Fisip Universitas Diponegoro itu.
Perempuan berambut panjang itu menuturkan, ada beberapa menu kopi mocktail di Kopi Putut, antara lain, bitter fly, lory, acid madness, sweet peachy, kahva yang masing-masing dibanderol Rp 15 ribu. Menurutnya, di Kopi Putut juga menyediakan minuman mocktail tanpa kopi. Menu tersebut disediakan untuk para pelanggan yang memang tidak suka sama kopi. Di antaranya ada kyuri, tropical berry, berryto.
“Harga aneka minuman mocktail tanpa kopi itu sama yakni Rp 15 ribu. Kami juga ada aneka minuman teh. Antara lain, peach tea, strawberry tea, dan lime tea yang kami jual dengan harga sama Rp 10 ribu,” ujar perempuan yang juga punya usaha eyelash extension bernama Merrylash tersebut.
Dia mengungkapkan, meski Kopi Putut sudah berubah konsep dengan menyajikan menu kopi mocktail, tapi Tata juga tetap menyediakan menu kopi susu dengan basic espresso. Hal itu supaya saat ada pelanggan yang pesan kopi susu pada umumnya di Kopi Putut tetap tersedia. Sehingga para pelanggan tidak kecewa.
Baca juga: Tak Pernah Promosi tapi Selalu Ramai, Rahasia Pondok Kopi Ada di Tempatnya
Dia mengatakan, selama ini respon pelanggan bagus. Kopi Putut tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi pas akhir pekan, pengunjung bisa lebih ramai. Menurutnya, pengunjung kebanyakan anak-anak remaja sampai usia kisaran 30 tahunan.
“Saya berharap bisa memperbaiki tempat Kedai Kopi Putut agar lebih nyaman lagi untuk para pelanggan. Kalau harapan jangka panjang, aneka menu kopi di Kopi Putut makin diminati, sehingga bisa buka cabang,” harap Tata sambil tersenyum.
Editor: Ahmad Muhlisin

