BETANEWS.ID, PATI – Suara drum terdengar cukup jelas dari sebuah studio rumahan di Jalan Penjawi Gang II Nomor 978, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Jumat (6/11/2020). Bagian dinding rumah itu terdapat banyak gambar alat musik. Tepat di sekitarnya, beberapa anak terlihat sedang bercengkerama dengan pria dewasa. Ia adalah Dhian (32), owner sekolah musik Drumskul.
Passionnya dalam bermusik lah yang menariknya untuk mendirikan sekolah musik khusus drum 1 November 2017 lalu. Pria lulusan Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Pendidikan Seni Musik itu mengaku sudah sejak lama ingin punya sekolah musik bagi anak-anak tempat kelahirannya itu.

“Karena passion sih awalnya. Kebetulan dulu juga punya bekal di bangku perkuliahan dan setelah kuliah juga sempat mengajar di Rhythm Star Music School Jogja dan Solo selama lima tahun,” ujarnya.
Baca juga: Cover Lagu Menjamur di Youtube, AFE Production Ramai Job Aransemen Musik
Dalam sistem pengajarannya, dia membagi menjadi dua program pembelajaran yaitu program kurikulum dan program perform. Di dalam program kurikulum, Dhian mengadaptasi kurikulum yang ia dapatkan di bangku perkuliahan dan dikemas dengan sedemikian rupa agar mudah dimengerti. Sementara itu, untuk program perform diformulasikan untuk anak-anak agar lebih mudah mencerna musik dan lebih mudah dimengerti.
“Untuk kelas perform ini didesain untuk anak-anak yang biasanya punya mood swing. Mereka ini belum bisa fokus pada not balok. Jadi lebih ke bagaimana caranya mereka bisa menikmati musik, melatih dan mencerna apa yang mereka dengarkan dan mungkin metode ini lebih mudah dimengerti,” katanya.
Selain itu, Dhian juga membagi tingkatan kelas yakni kurikulum satu dan dua. Setiap kurikulumnya dapat diselesaikan dalam waktu hampir satu tahun. Sedangkan kelas perform pembagiannya sama tapi waktunya lebih fleksibel.
“Siswa yang belajar di Drumskul sebagian besar atau mencapai 85 persen adalah anak-anak SD. Selebihnya adalah siswa SMP, SMA, hingga dewasa yang biasanya sekedar mendalami hobi bermain drum. Total siswa yang masih aktif hingga sekarang ada 30 hingga 35 siswa,” rinci Dhian.
Baca juga: Wisma Musik Harapan, Toko Alat Musik Legendaris di Kudus
Waktu pembelajarannya dilaksanakan setiap seminggu sekali yaitu sekitar 45 menit untuk setiap siswanya. Materinya berisi teknik bermain drum, pengenalan lagu, dan juga penerapan permainan drum di dalam lagu.
“Setiap dua bulan sekali biasanya kamu mengadakan perform agar para siswa bisa tampil di depan umum. Biasanya sih kami kerja sama dengan rumah makan, kafe, atau tempat lain yang punya pertunjukan musik,” tambahnya.
Yang menarik, drumskul memberikan fasilitas YouTube Ready yaitu fasilitas rekaman yang mumpuni untuk dijadikan konten di media sosial berbasis video itu. Sehingga, siswa bisa makin semangat dalam belajar musik.
“Untuk tarifnya mulai dari Rp 200 ribu per bulan untuk perform 1 dan kurikulum 1 dan tambah Rp 250 ribu untuk masuk perform 2 dan kurikulum 2,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

