31 C
Kudus
Selasa, Januari 26, 2021
Beranda UMKM Angkat Kearifan Lokal...

Angkat Kearifan Lokal Desa Tawangrejo Melalui Ragam Motif Batik Tawung Sari

BETANEWS.ID, PATI – Di sebuah rumah yang berada di Desa Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati terlihat beberapa orang sedang membuat kain batik. Nampak seseorang sedang mencanting dan di sebelahnya terdapat dua orang sedang mewarnai batik. Di ruangan lain juga terlihat seorang wanita sedang merapikan batik yang sudah jadi. Dia adalah Dwi Yuli Astuti (37), Owner Batik Tawung Sari.

Awalnya, Dwi mengikuti pelatihan membuat batik tulis yang diadakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Parang Garuda yang berada di Kecamatan Winong pada Februari 2016. Setelah selesai pelatihan, Dwi bersama teman-temannya ingin serius membuat batik bersama-sama. Namun, karena memiliki kesibukan masing-masing, hanya ia yang masih aktif hingga saat ini.

Dwi Yuli Astuti, Owner Batik Tawung Sari menunjukkan salah satu koleksi batik produksinya. Foto: Khalim Mahfur

Baca juga : Yuliati Warno, Kenalkan Ragam Corak Batik Khas Pati Hingga Mancanegara

Nama Tawung Sari ia dapatkan dari pemangku adat setempat yang memberikan nama tersebut. Nama Tawung Sari diambil dari nama daerah Tawangrejo yang lebih dikenal dengan sebutan Desa Tawung, dan kata Sari yang berarti selendang.

“Untuk penamaan malah yang memberikan pemangku adat sini. Awalnya pas tasyakuran untuk memulai usaha batik ini saya belum mempersiapkan nama, dan kemudian diberi nama Tawung Sari oleh pemangku adat sini,” ujarnya kepada Betanews.id, Kamis (19/11/2020).

Wanita dua orang anak itu ingin membuat usaha batik karena memang di daerahnya masih jarang. Selain itu, Dwi ingin memberdayakan masyarakat Desa Tawungrejo dan mengangkat perekonomian desa tersebut. Dengan menggunakan nama desanya, ia berharap bisa mengangkat Desa Tawangrejo lebih dikenal masyarakat luas.

“Di daerah sini masih jarang yang bikin usaha kaya gini, bukannya nggak ada tapi masih jarang dan di Desa Tawangrejo ini baru saya. Karyawan di sini juga dari desa setempat, karena saya pingin memberdayakan masyarakat Tawangrejo dan mengangkat perekonomian di sini,” ujarnya.

Hingga kini, motif yang sudah Dwi ciptakan ada sekitar 25. Ia mendapatkan inspirasi dari daerah sekitarnya, kemudian ia tuangkan menjadi motif batik. Ia menggambar motif batik dengan kearifan lokal yang berada di Desa Tawangrejo, seperti motif bambu, Menara Cungkrung yang berada di masjid setempat dan juga Bunga Liribang atau kembang sepatu.

Hingga kini Batik Tawung Sari sudah mendapat respon baik dari masyarakat. Banyak yang sudah memesan batik di rumah produksi batik tersebut. Karena jenis batik di Tawung Sari adalah batik tulis, sehingga untuk pengerjaannya memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk menyelesaikan satu lembar kain batik biasanya memakan waktu satu minggu lebih.

Baca juga : Flora dan Fauna Khas Muria Jadi Motif Batik yang Keren di Batik Manjing Werni

“Karena masih keterbatasan sumber daya, jadi kami masih konsisten di batik tulis. Untuk kedepannya akan ada batik printing, sehingga akan mempercepat produksi pesanan seragam biasanya,” ujarnya

Dwi memasarkan batiknya melalui media online dan juga dari mulut ke mulut. Dikarenakan masa pandemi ia juga menjual batiknya melalui beberapa e-commerce. Untuk harganya, Dwi membandrol satu kain batik mulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Namun ia juga menerima pesanan desain yang harganya bisa disesuaikan lagi.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler