BETANEWS.ID, KUDUS – Karena banyaknya konflik internal, alokasi dana hibah untuk KONI Kudus tahun 2021 dipastikan turun drastis jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2020. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo menyebutkan, berkurangnya anggaran hibah untuk KONI ini sebagai sarana instropeksi dan evaluasi. Ia berharap, internal KONI bisa segera menyelesaikan masalah yang ada.
“Saya berharap, masalah internal kepengurusan ini bisa segera diselesaikan. Harapan kami, pengurangan anggaran ini bisa menjadi sarana evaluasi dan berbenah bagi pengurus,” ujar Hartopo saat ditemui usai sidang paripurna persetujuan RAPBD Kabupaten Kudus 2021, Jumat (27/11/2020).

Baca juga : Anggaran KONI Kudus ‘Digunduli’ Tinggal Rp 1 Miliar
Meski demikian, Hartopo menegaskan, komitmen Pemkab Kudus untuk terus mendukung pembinaan olah raga tidak akan berkurang sedikit pun. Pihaknya berharap, para atlet bisa memahami kondisi ini dan tetap semangat untuk berlatih.
Ditemui di lokasi yang sama, Masan berbagi cerita kepada betanews.id, dalam pembahasan anggaran KONI memang muncul dinamika. Salah satunya adalah munculnya pertimbangan atas konflik internal yang terjadi.
Karena kondisi internal yang tidak kondusif, membuat Badan Anggaran memutuskan untuk mengurangi anggaran KONI hingga hanya tersisa Rp 1 miliar. Masan mengaku tahu persis bagaimana konflik internal yang terjadi di tubuh KONI.
Masan sendiri merupakan salah satu Ketua Pengkab yang ada di bawah naungan KONI. Dan saat memutuskan pengurangan anggaran, dirinya juga meminta pendapat dari pengurus dan pelaku olahraga lainnya.
“Saya ikut tergabung dalam grup WhatsApp KONI, hingga tahu persis bagaimana konflik yang terjadi. Ini sebagai evaluasi agar internal KONI melakukan pembenahan terlebih dahulu,” tegas Masan.
Baca juga : Rapat Persiku Diwarnai Aksi Walkout Anggota Komisi D DPRD Kudus
Disinggung mengenai kebutuhan persiapan Porprov, Masan juga menyatakan kalau pengurangan anggaran ini bukan berarti kiamat bagi KONI. Menurutnya, alokasi anggaran untuk pembinaan olah raga bisa saja ditambahkan di APBD Perubahan 2021 mendatang.
“Jadi jangan diartikan ini kiamat. Jika kondisi kepengurusan sudah kondusif, bisa saja anggaran kita tambah,” katanya sebelum meninggalkan ruang rapat paripurna.
Editor : Kholistiono

