BETANEWS.ID, KUDUS – Gejolak anggaran Persiku hingga saat ini belum menemui titik terang. Setelah lusa manajemen Persiku bertemu dengan Assosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Jumat (11/9/2020), pertemuan berlanjut di Kantor DPRD Kudus.
Dengan difasilitasi Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, masalah pencairan anggaran Persiku antara manajemen Persiku dan Askab PSSI Kudus berlanjut.
Dalam rapat tersebut, terlihat Manajer Persiku Sunarto, Sekretaris Askab PSSI Kudus Syafik Arrosid dan Ketua KONI Kudus Antoni Alfin. Selain itu juga terdapat Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron dan anggota Komisi D lainnya.

Baca juga : Gegara Anggaran Persiku Tak Cair, Manajemen Berseteru dengan Askab PSSI Kudus
Pembahasan ditekankan mengenai tentang ‘seretnya’ anggaran Persiku yang tidak kunjung cair.
Menurut Manajer Persiku Sunarto, pihaknya meminta Komisi D DPRD Kudus memfasilitasi audiensi dengan pihak terkait. Menurutnya, dirinya ingin kisruh yang selama ini terjadi bisa berakhir.
“Sebenarnya kisruh ini tidak perlu terjadi. Kami ingin cepat selesai, dan segera mempersiapkan tim dengan matang,” tuturnya saat selesai audiensi di ruang rapat Komisi D DPRD Kudus, Kamis (17/9/2020).
Sunarto menuturkan, pihaknya masih menghormati Askab PSSI Kudus. Dirinya juga telah mengirimkan laporan penggunaan anggaran termin pertama dan rencana penggunaan anggaran termin kedua, seperti yang diminta Askab waktu lalu.
“Mereka ibarat masih ayah kami. Kami tetap menghormatinya,” jelasnya.
Dalam rapat audiensi tersebut, sempat ada dari Anggota DPRD Kudus yang walkout, yakni Sandung Hidayat. Anggota dari Fraksi Gerindra tersebut memilih walkout karena pembahasan tidak berkembang.
Sandung menuturkan, konflik antara Persiku dengan Askap PSSI Kudus yakni terkait uang Rp 2 miliiar. Menurutnya, uang tersebut sudah dikucurkan KONI ke rekening Askab PSSI Kudus. Namun dalam pencairan ke Persiku baru diberikan sebesar Rp 400 juta.
“Sampai kapan pun rapat ini tidak akan selesai, karena bendahara tidak hadir. Jadi ditanya soal administrasi tidak ada yang paham,” tuturnya.
Baca juga : Persiku Targetkan Juara Liga 3, Siap Andalkan Pemain Lokal
Padahal, kata Sandung, jika sisa anggaran Rp 1,6 miliar tidak dicairkan, pihaknya khawatir Persiku tidak bisa mengikuti pertandingan Liga 3 Jawa Tengah.
“Kalau tidak ada anggaran, maka tidak bisa ikut kompetensi,” jelasnya.
Selain itu, Sandung juga menilai Askab PSSI Kudus tidak bisa menjelaskan sisa anggaran Rp 1,6 miliar posisi di mana. “Askab tidak bisa menjelaskan sisa anggarannya di mana,” terangnya.
Editor : Kholistiono

