31 C
Kudus
Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Wisata Terhipnotis Eksotisnya Pantai...

Terhipnotis Eksotisnya Pantai Glagah Wangi Istambul dengan Hutan Mangrovenya

BETANEWS.ID, DEMAK – Debur ombak yang tenang menyambut wisatawan yang datang ke Pantai Glagah Wangi Istambul, Minggu (20/09/2020) sore itu. Hamparan pasir coklat di sepanjang pantai seperti menjadi arena bermain yang mengasyikkan. Ada yang bermain air, pasir juga tak luput dari mainan, dan beberapa yang lain mengabadikan diri.

Terletak di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, pantai ini memang sedang viral di berbagai media sosial. Hutan mangrove yang bersisian dengan pantai menjadikan destinasi ini paket wisata komplet.

Wisatawan menyusuri hutan mangrove di Pantai Glagah Wangi Istambul. Foto: Nafi’ Maulana.

Keunikan yang ditawarkan tempat ini adalah, sebelum wisatawan sampai ke pantai, mereka harus menyeberang sungai dahulu dengan menggunakan perahu yang telah disediakan. Perjalanan air dari tempat parkir menuju hutan mangrove di seberang daratan kurang lebih empat menit.

Baca juga: Menikmati Senja di Pantai Pailus, Pesona Keindahan Pesisir Jepara yang Manjakan Mata

Sesampainya di tempat pemberhentian, wisatawan akan menemukan hutan mangrove yang sudah ditata sangat cantik. Pengunjung bisa menyusuri hutan tersebut sekitar 5 menit untuk sampai di Pantai Glagah Wangi Istambul.

Dengan tiket masuk yang cukup terjangkau yaitu Rp 15 ribu per orang, wisatawan sudah bisa menikmati pesona keindahan destinasi unggulan Kota Wali itu.

Salah satu pengunjung, Rinitasari (22) mengaku baru pertama kali datang ke Pantai Glagah Wangi Istambul. Ia yang datang bersama teman-temannya itu merasa sangat senang bisa mendatangi tempat tersebut.

“Mulai dari perahu sudah nyaman, terus di sini tracking juga sudah nyaman, untuk wahana di sini juga sudah cukup baik,” ungkap Warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak itu.

Baca juga: Kisah Pertapaan Arjuna yang Jadi Asal Usul Air Terjun Lorotan Semar

Tidak berbeda dengan Rinitasari, pengunjung lain Dwi (37) juga merasa tidak sia-sia datang ke tempat tersebut dari Semarang. Suasananya yang asri membuatnya nyaman berada di sana.

“Untuk fasilitas di sini cukup menarik karena ada permainan untuk anak-anak seperti mandi bola dan yang lain-lain. Jadi bisa menjadi wahana baru dan berbeda dari pantai-pantai yang lain,” pungkas Dwi.

Di sisi lain, Ketua BUMDes Tambakbulusan Musahadi (47) mengatakan, Wisata Pantai Glagah Wangi Istambul sudah dibuka sejak 10 tahun yang lalu. Namun, tempat ini mulai serius dikembangkan sejak dua tahun lalu. Untuk menarik wisatawan, berbagai promosi besar-besaran di berbagai media sosial selalu digencarkan. Tak ayal, destinasi ini kemudian menyabet penghargaan Destinasi Baru Terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia  (API) ke-5 tahun 2020.

“Kita juga ingin memberdayakan nelayan menjadi ojek perahu. Dan ojek perahu ini menjadi ciri khas di wisata Pantai Glagah Wangi Istambul. Ketika beralih, ternyata mereka lebih memilih menjadi ojek perahu saat hasil laut menurun,” ujarnya.

Baca juga: Terbaru! Wisata River Tubing di Cengkir Manis yang Siap Pacu Adrenalinmu

Dia juga mengatakan, banyak sekali wisatawan yang berasal dari luar kota dan kebanyakan wisatawan mengetahui Pantai Glagah Wangi dari media sosial. 

“Pantai ini selalu ramai pengunjung pada saat hari Minggu serta hari libur nasional. Pengunjung di hari itu bisa tiga ribu lebih,” tukasnya.

Penulis: Abdul Khalim Mahfur dan Nafi’ Maulana (Mahasiswa PPL IAIN Salatiga)

Editor: Ahmad Muhlisin

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

Tinggalkan Balasan

26,317FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,297PengikutMengikuti
21,002PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Centra Moda Textile, ‘Surganya’ Kain di Kudus yang Sering Kasih Diskon Gede

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang bercengkerama dengan para karyawan di sebuah ruko Jalan HM Subhcan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota...

Karimunjawa Kembali Dibuka untuk Wisatawan

BETANEWS.ID, JEPARA - Wisata Karimunjawa di Kabupaten Jepara kembali dibuka dengan terbatas, setelah delapan bulan vakum. Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan 220...

Selain Parijoto, Pamelo dan Pisang Byar Ternyata Sudah Jadi Tanaman Khas Daerah Lain

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus telah dan akan mengajukan sembilan tanaman untuk jadi tanaman khas daerah. Dari...

Nasi Goreng Nanas Bercita Rasa Kari yang Bikin Pelanggan Home Cafe and Resto Ketagihan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang terlihat keluar masuk sebuah kafe yang berada di Jalan Ganesha lV 67, Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus....

Parijoto Ditetapkan Jadi Tanaman Khas Jepara, Dispertan Kudus Ajukan Uji DNA

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) Kabupaten Kudus masih melakukan langkah terakhir agar parijoto bisa menjadi...

Peraturan PVT Proses Revisi, Parijoto Akan Didaftarkan jadi Milik Provinsi Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS - Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01/pert/SR.120/2/2006 tentang Syarat Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman sedang proses direvisi. Direvisinya...

Parijoto, Tanaman Sabdo Wali yang Kaya Manfaat

BETANEWS.ID, KUDUS - Di sebuah rumah yang berada di Desa Colo, RT 01 RW 01, Kecamatan Dawe, Kudus, tampak seorang pria mengenakan...