31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKUDUSPuput Khawatir, Tiba-tiba...

Puput Khawatir, Tiba-tiba Bermunculan Spanduk Tolak Demo Anarkis

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat berada di depan Pertamini di tepi Jalan Pramuka, Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus. Ia yakni Ovin Yolanda Putri (25), Penjaga Pertamini itu. Perempuan yang akrab disapa Puput itu mengaku khawatir dan penasaran, kenapa tiba-tiba ada spanduk menolak anarkisme di perempatan yang berdekatan dengan lokasinya bekerja.

Puput biasanya mengetahui kalau ada informasi atau kejadian di sekitar sana. Tetapi terkait spanduk itu dia tidak tahu. Sehingga ia merasa penasaran dan ingin tahu siapa yang memasang.

Baca juga : Spanduk Tolak Demo Anarkis Bermunculan, Kholid: ‘Lucu Saja, Ini Pola Orde Baru’

- Ads Banner -

“Saya kan datang pagi pukul 06.00 WIB, kemudian di sini hingga pukul 21.00 WIB. Jadi kalau ada apa-apa biasanya tahu. Penasaran, siapa ini yang memasang dan tujuannya apa. Ada rasa khawatir juga, apa lagi di masa seperti ini,” ungkapnya, Selasa (20/10/2020).

Hal senada juga disampaikan Marno, tukang becak yang mangkal di sana. Ia juga tidak mengetahui siapa yang memasang dan tujuannya apa. “Saya tidak tahu siapa yang memasang, padahal saya biasanya standby di sini. Tapi tidak tahu siapa yang memasang,” terangnya.

Untuk diketahui, spanduk yang berisi tulisan terkait penolakan demo anarkis tersebut tidak hanya di satu titik saja, namun, di beberapa tempat strategis di Kudus juga muncul adanya spanduk serupa yang ditulis dengan cat semprot.

Sementara itu, Kholid Mawardi, Aktivis Kudus mengaku merasa lucu dengan adanya spanduk itu. Menurutnya, demo di Kudus masih sangat wajar dan kondusif. Bahkan, saat melakukan aksi pihaknya melakukan setting dengan melibatkan pihak aparat.

“Apanya yang anarkis, kami sangat tertib. Cuma di Kudus, melakukan setting aksi melibatkan aparat. Kalau di daerah lain sudah diusir pasti aparatnya. Dan di sini kita bisa berkoordinasi dengan baik,” jelasnya.

Baca juga : Mahasiswa dan Rakyat Kudus Turun ke Jalan Bersatu Tolak UU Cipta Kerja

Dia juga berpesan, kepada aktivis muda di Kudus khususnya, agar tetap kritis, tetap semangat mengawal kebijakan pemerintah. Karena sekarang era digitalisasi, dia berharap aktivis juga harus mulai kreatif untuk manfaatkan dan maksimalkan.

“Sekarang kan zaman juga sudah berbeda, jadi aktivis juga harus kreatif. Perubahan bangsa ada di tangan pemuda, mahasiswa. Jadi tetap kritis dan semangat untuk mengawal kebijakan pemerintah,” pesannya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler