BETANEWS.ID, PATI – Di Jalan Panglima Sudirman Nomor 72, Pati Kota, terlihat sebuah bangunan besar yang sebagian digunakan sebagai kafe. Di salah satu ruangan bangunan tersebut, terdapat beberapa penyandang disabilitas sedang menjahit tas dan ada juga yang sedang melakukan proses pelorotan batik. Salah satunya adalah Suratno (47) Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati.
Pria asal Kecamatan Tlogowungu itu mengatakan, jika awalnya komunitas tersebut dinamakan PPCI (Perkumpulan Penyandang Cacat Indonesia). Untuk Pati, sekretariatnya berada di Tlogowungu. Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, bahwa kata ‘cacat’ dilarang, sehingga diganti menjadi PPDI.

Baca juga : Inspiratif, Pasangan Difabel Ini Pilih Usaha Jahit Agar Tak Bergantung Orang Lain
“Jadi awalnya kasihan melihat kawan-kawan disabilitas yang sering dianggap remeh oleh masyarakat, lalu saya melihat organisasi PPDI di Semarang. Setelah itu, saya merasa tergugah untuk merangkul para penyandang disabilitas di Kabupaten Pati agar lebih percaya diri dan mempererat rasa persaudaraan antarpenyandang disabilitas,” ujar Suratno kepada betanews.id, Kamis (15/10/2020).
Inisiatifnya untuk menggerakkan dan merangkul para penyandang disabilitas di Kabupaten Pati itu didukung oleh Kodim Pati, dan sejak 2 bulan lalu mereka diberikan wadah untuk berkumpul dan mengembangkan bakat.
“Kegiatan yang ada di sini dilakukan setiap hari untuk menjahit, dan untuk membatik, menari dan karawitan dilakukan setiap hari Minggu,” jelasnya.
Suratno mengatakan, ada 243 anggota PPDI, di antaranya adalah penyandang tuna netra, tuna daksa dan bisu tuli yang terdaftar di komunitas tersebut. Anggota yang ikut dalam kegiatan tersebut, pada dasarnya sudah memiliki keterampilan sendiri-sendiri dikarenakan mereka kebanyakan berasal dari berbagai yayasan.
Barang-barang yang sudah diproduksi oleh para penyandang disabilitas ini, di antaranya adalah batik, kaus, baju, tas, dompet, dan lain-lain. Hasil dari penjualan produk mereka, digunakan untuk kemandirian dan kelangsungan kegiatan komunitas ini.
Baca juga : Tak Ingin Berpangku Tangan, Pria Difabel Ini Rintis Usaha Pembuatan Jok
Suparman, salah satu anggota dari PPDI Kabupaten Pati mengatakan, bahwa dia sudah ikut komunitas ini sejak pertama kali berdiri. Dia merasa tertarik dengan komunitas ini karena bisa menggembangkan keterampilannya dan berkumpul dengan teman-teman penyandang disabilitas yang lainnya.
“Di sini saya bisa mendapatkan ilmu dan mengembangkan keterampilan. Saya kebagian membuat kaus dan juga bisa menjahit,” ujar pria dua orang anak itu.
Editor : Kholistiono

