BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pria tampak sedang mengecek beberapa kardus kecil yang di masing-masing bungkusan tersebut tertera nama dan alamat. Kardus itu merupakan paketan yang akan dikirim ke beberapa daerah. Satu di antara pria tersebut adalah Pujiono, salah satu pendiri Agen Pos Jaya, yang berlokasi di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus.
Di sela-sela kesibukannya itu, Pujiono sudi berbagi kisahnya merintis usaha ekpedisi Agen Pos Jaya tersebut. Awalnya, usahanya itu dirintis bersama dua temannya, yaitu Selamet Supriyanto dan Muhammad Riyan Fandholi.
Baca juga : Agen Pos Jaya Layani Pengambilan Paket ke Rumah Secara Gratis
Ketika awal mendirikan, katanya, mereka tanpa modal. Karena memang diakuinya, ketika itu mereka tidak cukup uang untuk merintis usaha tersebut.
“Awal mendirikan usaha ini kami tidak punya dana sedikitpun Mas. Seluruh modal dibiayai saudara saya,” ungkapnya.
Pria lulusan Universitas Muria Kudus ini juga bercerita, jika dirinya sebelumnya pernah menjadi guru di salah satu pondok modern di Kendal. Kemudian ia resign, dan setelahnya sempat nganggur beberapa bulan. Akitivitasnya sehari-harinya membantu orang tuanya di sawah.
“Background pendidikan saya adalah keguruan. Sebelumnya saya juga menjadi seorang guru di salah satu pondok modern di Kendal sejak tahun 2016 dan keluar pada Desember 2017. Setelah itu, saya sempat nganggur hampir satu tahun,” ujarnya.
Pada 2019, dia beberapa kali mencoba membangun usaha sendiri. Tapi usaha yang dibangunnya itu mengalami kegagalan. Bahkan, tabungan yang dia miliki habis hanya menyisakan beberapa rupiah saja. Barulah di awal tahun 2020 dia menemukan titik terang. Dia mengajak temannya, Memet dan Riyan, untuk membuat usaha bersama di bidang perdagangan via online. Dia bersama rekannya berkunjung ke beberapa temannya untuk belajar bagaimana berjualan online.
“Sebelum buka Agen Pos Jaya ini, kami berjualan via online, baik di Facebook, Instagram maupun marketplace. Setalah berjalan dua bulan, kemudian kami berinisiatif melebarkan sayap usaha di bidang ekspedisi,” tuturnya.
Bermula silaturahmi di salah satu rumah temannya, Hana, dia ditawari untuk menjalankan ekspedisi agen kantor pos. Awalnya dia sempat bingung karena minimnya dana yang dia miliki. Kemudian ada saudaranya yang bersedia membiayai seluruh dana yang dia butuhkan.
Setelah mendapat kucuran dana, dia sempat bingung menentukan lokasi kantor itu akan didirikan. Kemudian dia meminta pendapat beberapa pihak, hingga akhirnya ditentukanlah Desa Undaan Lor. Karena lokasi tersebut dinilai strategis untuk menampung pelanggan, terutama di daerah yang jauh dari jalan raya seperti Karangrowo, yang selama ini mengeluhkan jarak tempuh ke Kantor Pos.
Pada 1 Juli 2020, kemudian kantornya resmi mulai beroperasi. Pada bulan pertama, katanya, kantornya masih sangat sepi karena belum banyak orang yang tahu keberadaan kantornya tersebut. Selain itu, manajemen juga masih belum maksimal. masih banyak kendala – kendala teknis yang terjadi di lapangan.
Baca juga : Enggan Jadi Karyawan Lagi, Tiko Buka Servis Printer yang Kini Jadi Langganan Instansi
“Awal dibukanya kantor ini, masih banyak kendala yang kita alami. Seperti lamanya proses penginputan, terkadang salah dalam penginputan. Ya maklumlah lah, karena baru awal dan masih dalam proses belajar. Tapi sekarang, Alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar dan sudah dikenal masyarakat,” tandasnya.
Dia juga mengajak anak muda, agar tidak takut mengambil risiko untuk berwirausaha. “Ambillah jika ada kesempatan sedikit apapun. Kalaupun gagal, bangkitlah dan mulailah dari awal. Suatu saat pasti akan menuai hasilnya,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

