BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang berkutat dengan printer di sebuah bangunan di tepi jalan Desa Besito, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di dekatnya, berbagai printer tampak sudah terbongkar menunggu giliran diservis. Dia adalah Mustiko Dwi Setyadi (33), Pemilik Trik Printer yang menerima jasa servis printer tinta, printer laserjet, dan printer dot matrik.
Di sela aktivitasnya itu, pria yang akrab disapa Tiko itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut kepada betanews.id. Dia mengatakan, jasa tersebut dirintis sejak 2012 setelah memutuskan keluar dari tempatnya bekerja. Sebelumnya, Tiko bekerja di Aston Printer Pati selama dua tahun dan Kantor PLN di Cileungsi, Bogor selama sebulan.

“Awalnya hanya dengan modal Rp 2 jutaan. Itu untuk membeli peralatan dan bahan. Membeli alat yang menurut saya penting untuk servis printer seperti, obeng, printer, tinta, dan sebagainya,” ujarnya, Kamis (24/9/2020).
Baca juga: Termurah di Kudus, Kualitas Primadona Sablon Dijamin Tidak Murahan
Setelah semua peralatan dirasa mencukupi, ia kemudian buka jasa servis di rumahnya. Seiring berjalannya waktu dan usahanya makin ramai, kini Tiko sudah memiliki toko.
Selain servis, pria yang dikaruniai satu anak itu juga menjual berbagai keperluan komputer seperti printer, tinta, sparepart, memory card, mouse, dan flashdisk. Tak hanya itu, Tiko juga melayani servis di rumah pelanggan untuk kerusakan ringan. Sedangkan yang kerusakan berat dan harus dibongkar, servis akan dilakukan di tokonya.
“Saya melayani servis dari berbagai jenis printer meliputi, tinta, laserjet, dan dot matrik,” katanya di toko yang buka mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.30 WIB itu.
Untuk harga, Tiko kemudian merinci berbagai servis di tempatnya. Biaya jasa servis printer tinta ringan tanpa membongkar dipatok Rp 35 ribu, kemudian yang membongkar printer, harga mulai Rp 50 ribu. Sedangkan untuk harga refil cartridge printer laser mulai kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu.
“Pelanggan banyak dari instansi, sekolah, dan beberapa area Unit BRI di daerah Kudus. Dalam sehari saya biasanya menyelesaikan sekitar lima printer,” beber Tiko.
Baca juga: Andalkan Purnajual, Ekayana Suplai Mesin Fotokopi Hingga Luar Negeri
Secara teknis, usaha miliknya itu tidak ada kendala yang mendasar. Cuma terkadang, dirinya sering dibohongi oleh orang yang hanya bertanya soal keluhan printer. Dalam kenyataannya, mereka tidak jadi servis di tempatnya.
“Semoga usaha ini menghasilkan rezeki yang barokah. Ingin juga membagikan ilmu yang sudah saya miliki, supaya ilmu itu tidak berhenti di saya. Karena ilmu yang bermanfaat itu untuk disalurkan kepada orang lain dan bisa membantu orang yang membutuhkan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

